Saudi Mulai Proses Pembayaran Kompensasi Korban Tragedi Crane

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 8 Oktober 2015 13:45
Saudi Mulai Proses Pembayaran Kompensasi Korban Tragedi Crane
Komite khusus tengah bekerja mengumpulkan data para korban.

Dream - Kerajaan Arab Saudi telah membentuk komite khusus untuk menangani persoalan pembayaran kompensasi kepada para korban jatuhnya alat derek raksasa (crane) di Masjidil Haram pada Jumat, 11 September 2015. Tragedi tersebut menelan sebanyak 111 orang meninggal dan 238 mengalami cidera.

Pelayan Dua Masjid Suci, Raja Salman memerintahkan pemberian kompensasi sebesar 1 juta riyal Saudi atau setara Rp3,7 miliar bagi korban yang meninggal, dan 500.000 riyal Saudi atau setara Rp1,8 miliar bagi korban luka-luka. Selain itu, Raja Salman juga mengundang dua anggota keluarga korban meninggal untuk berhaji menjadi tamu agung kerajaan.

Kompensasi ini tidak untuk menghilangkan kewajiban denda yang dibebankan kepada perusahaan pemilik crane, juga tidak untuk menangguhkan tuntutan hukum atas tragedi tersebut.

" Tidak ada ruang untuk penipuan. Tidak satupun dapat secara ilegal mendapatkan keuntungan dari kompensasi kerajaan," ujar Direktur Departemen Kesehatan Mustapha Baljoun di Mekah, dikutip Dream dari saudigazette.com.sa, Kamis, 8 Oktober 2015.

Mustapha mengatakan, komite tengah bekerja mengumpulkan data para korban secara rinci. Seluruh data dikumpulkan dari setiap rumah sakit.

" Kami akan berhati-hati mengumpulkan data dari seluruh korban meninggal dan terluka untuk diteruskan menjadi laporan kepada otoritas yang berwenang agar mereka dapat mempelajari berkas terpisah dan mengambil keputusan," kata dia.

Mustapha mengatakan data tersebut bersifat valid. Di dalamnya terdapat keterangan seperti nama korban, kewarganegaraan, nomor paspor, nomor pemondokan, waktu masuk, dirawat atau meninggal.

Dia melanjutkan komite medis akan menindaklanjuti setiap kasus untuk menentukan apakah cidera yang diderita korban dapat disembuhkan atau cacat secara permanen.

" Tidak ada kesempatan untuk melakukan penipuan bahkan hanya untuk 0,1 persen saja. Datanya begitu lengkap," kata Mustapha. Dia menambahkan sejauh ini belum ditemukan upaya ilegal untuk mendapatkan keuntungan dari pembayaran kompensasi ini.

" Hampir semua korban yang meninggal telah diidentifikasi dan banyak korban luka telah pulih," kata dia.

Para korban dalam tragedi Mekah berasal dari 12 kewarganegaraan yang berbeda. Jumlah kematian terbanyak berasal dari Bangladesh sebanyak 25 jiwa dan Mesir sebanyak 23 jiwa, sedangkan korban luka terbanyak berasal dari Pakistan sebanyak 51 orang dan Indonesia sebanyak 47 orang.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak