Jemaah Haji Diminta Patuhi Rute dan Jadwal Lempar Jumrah

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 29 Agustus 2016 19:30
Jemaah Haji Diminta Patuhi Rute dan Jadwal Lempar Jumrah
Ini untuk menghindari adanya kepadatan jemaah sehingga berdesakan.

Dream - Kepala Bidang Perlindungan Jemaah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Jaetul Muchlis, meminta jemaah haji mematuhi rute dan jadwal melempar jumrah yang ditetapkan Arab Saudi. Ini untuk menghindari adanya kepadatan jemaah sehingga berdesakan.

" Saya minta jemaah haji Indonesia konsisten dengan dua hal ini, yaitu pertama rute perjalanan yang ditentukan pemerintah Arab Saudi dan kedua, waktu melontar jumrah yang juga sudah disampaikan pemerintah Arab Saudi," ujar Muchlis, dikutip dari kemenag.go.id, Senin 29 Agustus 2016.

Muchlis mengatakan, ada dua rute besar yang akan dilalui jemaah haji Indonesia. Rute pertama yaitu dari Mina berjalan kaki menuju jamarat melalui terowongan Muaishim, baik berangkat dari pemondokan hingga kembali.

Jalur tersebut, kata Muchlis, merupakan jalur paling aman bagi jemaah haji Indonesia. Sekitar 134.000 jemaah haji Indonesia akan menggunakan jalur ini.

Rute ke dua yaitu melalui RS Mina Al Wadi berjalan kaki menyusuri jalan 206 menuju jamarat saat berangkat. Ketika kembali ke pemondokan, jemaah akan berjalan kaki dari jamarat melalui Jalan Malik Fahd.

Rute ke dua ini akan dilalui oleh tujuh maktab. Sekitar 21.000 jemaah asal Indonesia yang tinggal di Mina Jadid akan melalui jalan ini.

Sementara terkait jadwal melontar jumrah, Muchlis menekankan jemaah haji Indonesia memperhatikan waktu-waktu yang dinyatakan dilarang digunakan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Pada 10 Zulhijah nanti, jemaah haji Indonesia tidak boleh melontar jumrah pada pukul 06.00 hingga 10.30 waktu setempat.

Sedangkan selama hari Tasyrik yaitu 11, 12, dan 13 Zulhijah, jemaah Indonesia dilarang melontar jumrah pada pukul 13.00 hingga 16.00 waktu setempat.

" Ini menjadi materi penting yang harus disampaikan kepada setiap ketua-ketua kloter. Para ketua kloter wajib hukumnya memegang jadwal yang sudah disampaikan oleh para pemimpin maktab," kata Muchlis.

" Mereka tidak boleh lempar jumrah di luar waktu-waktu yang sudah ditentukan," ucap dia.

Pada musim haji 2015, tragedi tubrukan arus antar-jemaah dari dan menuju jamarat terjadi di Jalan 206, Mina. Insiden tersebut menyebabkan banyak jemaah haji meninggal dunia akibat berdesakan dan terinjak. 

Beri Komentar