Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Selama Musim Haji, Penukaran Valas Ramai Di Arab Saudi.
Dream – Pasar valuta asing (valas) di Arab Saudi meningkat pesat senjak musim haji. Peningkatan itu terjadi karena banyaknya transaksi penukaran uang yang dilakukan jemaah haji untuk memenuhi kebutuhan mereka selama di Tanah Suci.
“ Pasar valas selama musim haji senilai 500 juta riyal (Rp1,76 triliun),” kata anggota Saudi Economic Association, Abdullah Al-Maghlouth, sebagaimana dilansir dari Saudi Gazette, Senin 29 Agustus 2016.
Al-Maghlouth mengatakan, rata-rata transaksi penukaran uang sebesar 20 juta riyal atau sekitar Rp70,74 miliar perhari di saat puncak musim haji. Yang paling tinggi ada di Mekah, Madinah, dan Jeddah.
Di daerah-daerah itu ada 78 money changer atau tempat penukaran uang. Tapi, tak disebutkan berapa besar jumlah penukaran uang yang terjadi di tiga kota tersebut.
“ Jemaah memerlukan riyal untuk membayar akomodasi, makanan, serta oleh-oleh,” kata dia.
Sekadar informasi, jemaah haji di penjuru dunia sudah mulai berdatangan untuk melaksanakan rukun Islam yang ke lima itu. Aktivitas perekonomian, seperti penukaran uang, pun bergeliat.
Keberadaan money changer diperlukan jemaah karena mereka tak membawa uang riyal dalam jumlah yang banyak. Money changer ini melayani penukarang 63 mata uang dari seluruh dunia. Adapun puncak haji akan berlangsung tanggal 9 September-13 September 2016.
Sementara itu, pakar sejarah, Walid Shalabi, mengatakan, profesi penukaran uang di Mekah dan Madinah sudah berlangsung lama. Tak sulit untuk memulai bisnis ini.
Yang diperlukan untuk melayani penukaran itu hanyalah mata uang dari berbagai negara dan kemampuan untuk berbicara dalam banyak bahasa. Sektor ini pun turut menarik minat pihak perbankan.
“ Sekarang, tak hanya mata uang dolar AS dan Euro yang ditukarkan dengan riyal, tapi juga mata uang dari negara Afrika dan Asia,” kata dia.
Shalabi mengatakan keberadaan teknologi pun diperlukan untuk bisnis ini. “ Misalnya, penggunaaan piranti elektronik untuk berkomunikasi dan mesin moderen untuk mendeteksi uang palsu,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya