Niat Mengubah Diri Jemaah Haji Indonesia Termuda

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 29 Agustus 2016 12:29
Niat Mengubah Diri Jemaah Haji Indonesia Termuda
Andi Rahmat mungkin merupakan contoh yang berbeda. Dia masih remaja, belum genap 18 tahun, tetapi sudah menjalankan ibadah haji.

Dream - Berhaji di usia muda mungkin jarang ditemui. Kebanyakan masyarakat Indonesia berhaji di usia minimal minimal 30 tahun.

Andi Rahmat mungkin contoh yang berbeda. Dia masih remaja, belum genap 18 tahun, tetapi sudah menjalankan ibadah haji.

Andi tergabung dalam kloter 7 embarkasi Makassar. Andi mendaftar sejak 2011 dan mendapat kesempatan menjalankan haji tahun ini.

" Naik haji karena dibiayai orangtua. Karena orangtua sudah berjanji waktu masih kecil untuk memberangkatkan Andi berhaji," ujar Andi, dikutip dari kemenag.go.id, Senin, 29 Agustus 2016.

Andi lahir di Makassar, tetapi menjalani masa pertumbuhan di Halmahera Utara. Usai lulus SMA, Andi memilih membantu orangtuanya berdagang.

Dia menjadikan berhaji sebagai jalan untuk mengubah diri. Andi mengatakan dunianya saat ini adalah dunia bermain dan mencari tantangan. Di usianya yang masih tergolong muda, salah mengambil langkah bisa terjadi kapan saja.

" Teman-teman saya bilang, mudah-mudahan kamu berubah dari sana. Dan saya memang mempunyai niat untuk berubah," kata Andi.

Dia juga mengakui memiliki kecenderungan untuk bergaul, seperti lazimnya remaja lain seusianya. Tetapi, dia punya cara sendiri agar tidak larut dalam pergaulan.

" Sambil bergaul, menjalankan ibadah juga," kata dia.

Menjalankan ibadah haji di Tanah Suci merupakan pengalaman pertama bagi Andi. Dia mengaku tidak memiliki persiapan khusus dalam menjalankan ibadah ini.

Tetapi, dia sudah menjalankan umrah pada 2014 lalu. Pengalaman ini menjadi bekal dasar bagi Andi dalam menunaikan ibadah haji.

" Saya pernah umrah pada 2014, sekeluarga. Sudah tahu manasik haji," ucap Andi.

Terkait makna ibadah haji, Andi mengatakan dengan polos ibadah tersebut adalah memenuhi panggilan Allah SWT. Perasaan bahagia dia rasakan begitu tiba di Makkah Al Mukarramah.

" Pertama kali tiba, rasanya senang dan bahagia karena masih muda sudah mendapat kesempatan ke sini," ucap dia.

Saat di Baitullah, Andi mengaku ingin mendoakan yang terbaik bagi kedua orangtuanya. Dia juga akan memanjatkan doa agar orangtuanya selalu diberi kesehatan, dilimpahkan rezeki, dan dihindarkan dari segala masalah.

Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) UPG 7 Mahmud Zul Kirom M Khoiruddin mengatakan dia tidak merasa kerepotan mendampingi Andi. Menurut dia, anak muda cenderung bisa mengikuti manasik haji dan memiliki kondisi fisik yang kuat.

Mahmud justru khawatir terhadap para jemaah haji berusia lanjut. Mereka harus didampingi dan tidak boleh lepas dari pengawasan.

" Kalau yang muda, dari sisi bimbingan manasik bisa mereka pahami. Dari sisi kemampuan fisik, mereka juga istithaah secara jasmani dan rohani sehingga lebih mudah untuk diarahkan," kata dia.

" Kalau jemaah lansia, lebih riskan sehingga pola pembinaannya juga butuh ekstra pegawasan, tidak hanya pada masalah ibadah, tapi termasuk juga pengawasan tim kesehatan," ucap Mahmud.

Meski begitu, dia kagum dengan semangat para jemaah lansia. Mereka teguh menjalankan ibadah tahap demi tahap meski fisik sudah melemah.(Sah)

Beri Komentar