Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Breathonix (Foto: World Of Buzz)
Dream - Pandemi virus Corona yang belum terlihat titik terangnya, mengharuskan kita lebih berhati-hati. Salah satunya dengan melakukan uji swab.
Seperti yang kita tahu, test usap sering kali dikeluhkan olah banyak orang karena tidak nyaman dan sekaligus menyakitkan.
Namun, baru-baru ini ada penemuan yang mengejutkan terkait test usap dengan cara yang nyaman dan efisien.
Dilansir dari World of Buzz, Jumat 23 Oktober 2020, dengan kemajuan teknologi saat ini, seseorang dapat melakukan tes usap menggunakan pernapasan tanpa harus menggunakan cara jadul yang tidak nyaman dan menyakitkan.
Para peneliti asal Singapura, saat ini tengah mengembangkan alat tes usap baru yang mampu mendeteksi virus Covid-19 menggunakan napas seseorang hanya kurang dari satu menit. Wow!

National University of Singapore (NUS) mengatakan, tes usab bekerja dengan mendeteksi senawa organis yang mudah menguap (VOC) dalam napas, dan telah mencapai akurasi lebih dari 90 persen, selama uji klinis yang dilakukan terhadap 180 pasien.
Channel News Asia dalam laporannya menjelaskan, pasien hanya perlu menghembuskan napas ke corong sekali pakai yang terhubung dengan alat presisi tinggi.
Nafas yang dihebuskan, kemudian dikumpulkan dan dimasukan ke dalam spektrometer massa untuk dilakukan pengukuran.
Alat kemudian akan menganalisis profil VOC dan hasilnya akan keluar dalam kurang dari satu menit.

Alat yang disebut Breathonix, dikembangkan oleh NUS, diklaim dapat menawarkan solusi cepat dan aman untuk mengidentifikasi infeksi Covid-19.
CEO Breathonix, Dr Jia Zhunan mengatakan, VOC secara konsisten diproduksi oleh berbagai reaksi biokimia dalam sel manyusia.
" Berbagai penyakit dapat ditelurusi dari senyawa yang dikumpulkan dan dapat dideteksi dengan profil nafas seseorang. Dengan demikian, VOC bisa dijadikan sebagai penanda apabila seseorang terpapar Covid-19." ujarnya.
Semoga pengujian alat baru ini segera dikembangkan secara maksimal dan Indonesia bisa menggunakan alat ini.
Sumber: World of Buzz
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan