Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Foto: Shutterstock
Dream - Anak-anak dengan down syndrome kerap dipandang sebelah mata. Meski memiliki kekurangan, sebenarnya mereka bisa hidup dengan baik jika diarahkan dengan tepat.
Terutama jika mempunyai bakat khusus. Tak sedikit dari mereka yang menorehkan prestasi cemerlang.
Ketua Umum Yayasan POTADS, Sri Handayani mengatakan bahwa ADS berpotensi memiliki bakat yang tinggi sejak dini.
" Ada yang pandai melukis, menari bahkan olahraga. Namun kita tak pernah tahu apa bakat mereka jika tidak dikenalkan sejak kecil," tuturnya usai acara fashion show Alleria Batik di Jakarta, Kamis 14 Februari 2019.

Unjuk Bakat Melukis di Alleria Batik (Foto: Annisa Mutiara/Dream)
Untuk menemukan bakat si kecil, anak dengan down syndrome (ADS) sebaiknya diperkenalkan dengan berbagai aktivitas. Anak akan menilai kegiatan mana yang menjadi passion dirinya.
" Nantinya seleksi alami, dia tinggalin yang tidak disukai," kata Sri.
Ketika si kecil mulai menunjukkan tanda-tanda minat terhadap aktivitas, saatnya orang tua mengasah bakat tersebut. Lakukan kegiatan secara rutin bersama si kecil.
Perlu diingat bahwa kemampuan kognitif ADS berbeda-beda. Ada di antara mereka yang memiliki IQ rendah. Di kasus tersebut, orangtua memegang peran penting untuk tumbuh kembangnya.
" Proses mengajarnya memang berulang kali. Tapi yang paling penting harus sabar dan secara terus menerus menggali kemampuan mereka," imbuhnya.
Lakukan stimulasi setiap hari dengan mengajak ngobrol si kecil. Mendengar musik dapat melatih perkembangan sensori. Sedangkan bernyanyi dapat membantu mereka dalam melatih kosakata.
Jangan takut untuk membawa si kecil bertemu orang banyak. Hal itu dapat memberi pengalaman interaksi dengan lawan bicara.
Jika tantrum mulai melanda, pastikan untuk memberi rasa aman dengan mengelus punggungnya.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
