Kini Deteksi Kelainan Genetis Bisa Lewat Foto Wajah

Reporter : Ervina
Senin, 30 Juni 2014 20:46
Kini Deteksi Kelainan Genetis Bisa Lewat Foto Wajah
Sebuah perangkat lunak baru-baru ini dikembangkan untuk meneliti karakter wajah dalam kondisi tertentu, seperti down syndrome.

Dream - Kini dokter dapat mendiagnosa kelainan genetis langka pada anak hanya dengan melihat foto wajah, tak lagi melalui alat kedokteran. Sebuah perangkat lunak baru-baru ini dikembangkan untuk meneliti karakter wajah dalam kondisi tertentu, seperti down syndrome.

Sebuah perangkat lunak yang terinstal dalam komputer juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi bayi yang baru lagi dan kemungkinan membawa kelainan genetis sehingga dapat diobati sejak dini. Perangkat lunak yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Universitas Edinburgh dan Oxford ini berbasis artificial intelligence (AI).

AI merupakan kecerdasan buatan yang membuat mesin dapat melakukan tugas apapun yang diinginkan oleh perancangnya. Cara kerja perangkat lunak ini mendeskripsikan struktur wajah berdasarkan bentuk sudut mata, hidung, mulut dan fitur lain kemudian membandingkan hasilnya dengan database yang ada.

Sekitar 30 sampai 40 persen kelainan genetis diduga melibatkan perubahan bentuk wajah dan tengkorak manusia. Hal ini mengingat sejumlah besar gen yang melibatkan perkembangan wajah dan tengkorak telah mengalami tumbuh kembang sejak masih di dalam rahim.

Peneliti berharap di masa depan dokter mampu mendiagnosa kelainan hanya dengan mengambil foto wajah pasien menggunakan smartphone.

" Diagnosis gangguan genetis langka dapat menjadi langkah sangat penting bagi orangtua. Dengan begitu orang tua dapat mengetahui resiko dan membantu konseling genetis untuk anak," ungkap Christopher Nellaker dari Medical Research seperti dilansir laman Telegraph, Senin 30 Juni 2014.

Lebih lanjut Nellaker menyebut peningkatan prediksi kesembuhan penyakit juga dapat diketahui baik oleh orang tua maupun dunia medis di masa depan. Hal ini memungkinkan keluarga lebih cepat mengetahui kondisi anggota keluarga yang diduga memiliki kelainan, bahkan saat tanda-tanda serupa belum pernah ditemui di anggota keluarga yang lain. (Ism)

Beri Komentar