Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi/ Foto: Shuttertock
Dream- Secara alami, tubuh manusia memang membutuhkan penggumpalan darah untuk membantu menghentikan pendarahan dan mempercepat penyembuhan luka. Akan tetapi bila penggumpalan darah terjadi secara berlebihan dapat berefek buruk untuk kesehatan.
Terutama jika terdapat di organ penting seperti otak, paru-paru, dan jantung. Sebab, gumpalan darah yang kental bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan strok.
Untuk itu, perlu meminimalisir terjadinya pengumpalan darah. Salah satunya dengan memperhatikan asupan yang dikonsumsi. Konsumsi rutin empat asupan ini demi mencegah penggumpalan darah dan strok.
1. Jahe

Jahe merupakan makanan pengencer darah alami karena mengandung asam asetilsalisilat. Penelitian mengatakan bahwa menyeruput minuman jahe memiliki banyak manfaat seperti mengurangi peradangan.
2. Cabai Rawit
Cabai rawit mengandung salisilat tinggi yang dapat bertindak sebagai pengencer darah yang mujarab. Manfaat lain dari rempah yang pedas ini yaitu bisa menurunkan tekanan darah dan juga meningkatkan sirkulasi.

Makanan seperti salmon, tuna, hingga trout adalah jenis makanan terbaik. Sebab makanan tersebut mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh sekaligus pengencer darah alami.
4. Kayu Manis
Makanan pengencer darah alami selanjutnya yaitu kayu manis. Karena rempah yang satu ini memiliki sifat anti-koagulan yang kuat sehingga mampu menurunkan tekanan darah dan meredakan peradangan yang efektif mengurangi kemungkinan stroke.
Akan tetapi harus memperhatikan dosis yang tepat. Kayu manis yang dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati karena mengandung kumarin.
Laporan: Hany Puspita Sari/ Sumber: FoodNDTV
Dream - Penyakit jantung mungkin sering diabaikan generasi muda karena menganggapnya hanya menyerang kalangan lanjut usia. Padahal tren terbaru menunjukan penyakit yang menjadi penyebab kematian nomor satu ini sudah makin banyak menyerang kalangan usia muda.
Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah, dr. Wishnu Aditya Widodo, Sp.JP, mengatakan bahwa banyak kasus serangan jantung yang terjadi pada usia 30 hingga 40 an yang masih tergolong usia produktif. Penyakit ini bisa muncul karena faktor keturunan disertai pola hidup yang kurang baik.

" Pada usia 30 hingga 40 tahun, setiap tahun angka serangan jantung naik dua persen, secara statistik, usianya semakin lama semakin muda," jelas dr. Wisnu Aditya Widodo, Dokter Spesialis Penyakit Jantung di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) pada konferensi virtual RSPI, baru-baru ini.
Penyakit jantung yang kerap diabaikan ini ternyata berada di urutan pertama penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

" Sebelum adanya pandemi Covid-19, jantung ada di urutan pertama dan setelah pandemi pun tetap di urutan pertama," tambah dr. Wisnu.
Hal ini juga senada dengan pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa penyakit jantung koroner (ischaemic heart disease) merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia.

Gaya hidup yang serba instan dan kurangnya aktivitas fisik menjadi kemungkinan penyebab dari penyakit jantung di usia produktif ini.
Selain itu faktor genetik yang disertai komorbid seperti darah tinggi disertai gaya hidup yang tidak sehat akan memicu terjadinya penyakit jantung di usia dini.
Sebaiknya hindari rokok, minuman alkohol dan ubah pola hidup menjadi lebih baik. Makan makanan sehat dan bersih juga melakukan aktivitas fisik. Jangan lupa membersihkan dan menambal gigi berlubang karena dapat berakibat endokarditis.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam