China Mulai Pasarkan Obat Tablet Covid-19 Rp659 Ribu Per Botol

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 10 Agustus 2022 06:48
China Mulai Pasarkan Obat Tablet Covid-19 Rp659 Ribu Per Botol
Chinese National Medical Products Administration sudah menyetujui peredaran Azvudine dan mulai dijual untuk perawatan pada 25 Juli 2022 lalu.

Dream - Obat untuk pasien Covid-19 sudah sejak awal pandemi dikembangkan di China. Hasilnya, kini sudah ada obat oral atau obat minum yang dijual per botol seharga 300 yuan atau sekitar Rp659 ribu.

Obat tersebut bermerek Azvudine, diproduksi oleh Genuine Biotech Limited. Obat dikembangkan di provinsi Henan, China Tengah. Dikemas dalam satu botol terdapat 35 tablet.

Chinese National Medical Products Administration sudah menyetujui peredaran Azvudine dan mulai dijual untuk perawatan pada 25 Juli 2022 lalu. Menurut Henan Daily, Genuine Biotech mampu menghasilkan 6,8 miliar pil Azvudine setahun, yang cukup untuk mengobati 200 juta orang.

1 dari 5 halaman

Otoritas setempat juga memastikan lebih banyak keluarga Tiongkok dapat memiliki akses ke pengobatan Covid-19. Hal itu karena harga obat Covid-19 makin terjangkau.

5 Obat Covid-19 yang Dulu Populer Kini Tak Lagi Digunakan© MEN

Sebelumnya, lebih dari 10 obat oral dikembangkan di China untuk pengobatan COVID-19. Antara lain VV116 dan nukleosida anti-SARS-CoV-2 oral yang dikembangkan oleh Materia Medica of the Chinese Academy of Sciences dan Wuhan Institute of Virolog.

Kedua obat minum tersebut telah disetujui untuk penggunaan darurat dan mendapat otorisasi dari Kementerian Kesehatan Uzbekistan pada bulan Desember 2021. Sejak itu, secara resmi dua obat tersebut disetujui untuk pemasaran di Uzbekistan.

Sumber: GlobalTimes

2 dari 5 halaman

Selain Enak Dikunyah, Peneliti AS Bikin Permen Karet Diklaim Bisa Menjebak Virus Covid dalam Air Liur

Dream - Para peneliti di Amerika Serikat dilaporkan telah mengembangkan permen karet unik yang tidak hanya enak dikunyah tapi memiliki manfaat kesehatan luar biasa.

Meski masih bersifat eksperimental alias percobaan, permen karet tersebut diklaim mampu menjebak partikel SARS-CoV-2 dalam air liur. Alhasil upaya membatasi penularan virus yang dilakukan banyak negara bisa berhasil.

Penelitian ini dilakukan para ilmuwan di School of Dental Medicine di University of Pennsylvania. Mereka mengembangkan jenis permen karet khusus yang dapat meminimalkan penularan dan infeksi virus SARS-CoV-2.

3 dari 5 halaman

Menurut sebuah makalah yang baru-baru ini diterbitkan dalam Biomaterials Journal, permen karet eksperimental itu mengandung salinan protein ACE2 yang ditemukan pada permukaan sel.

Protein ACE2 inilah yang digunakan virus corona untuk menjebol pertahanan sel dan menginfeksinya sehingga orang menderita Covid-19.

Dalam percobaan tabung reaksi, para peneliti menemukan bahwa partikel virus dari varian Delta atau Omicron menempel pada 'reseptor' ACE2 dalam permen karet.

4 dari 5 halaman

Proses tersebut menyebabkan viral load atau kandungan virus dalam air liur penderita Covid-19 turun ke tingkat yang tidak terdeteksi.

Penampakan virus corona.© Fusion Medical Animation

" Karena penularan melalui hidung tak signifikan jika dibandingkan melalui mulut, mengunyah permen karet ACE2 dan menelan protein ACE2 seharusnya bisa meminimalkan infeksi, melindungi pasien COVID-19, dan mencegah penularan," kata pemimpin penelitian, Dr. Henry Daniell.

5 dari 5 halaman

Permen karet yang disebut sebagai 'perangkap virus' oleh para peneliti ini mengandung protein ACE2 yang dihasilkan sel selada yang direkayasa.

Tetapi permen karet jenis kedua yang mengandung protein ACE2 dari bubuk kacang ternyata lebih ampuh daripada yang terbuat dari sel selada.

Permen karet jenis kedua tersebut mampu menjebak strain influenza, virus corona yang menyebabkan flu biasa, dan virus mulut lainnya.

Namun jangan keburu senang dulu. Permen karet percobaan ini belum menjalani uji klinis sehingga tidak bisa diproduksi secara massal.

Tetapi para peneliti sudah berencana melakukan uji klinis permen karet ACE2 ini. Nantinya, tiap pasien COVID-19 akan mengunyah empat tablet permen karet ACE2 setiap hari, selama empat hari.

Jika uji klinis terbukti layak, para peneliti yakin bahwa permen karet ACE2 akan menjadi aset penting dalam perang melawan pandemi yang sedang berlangsung.

Sumber: OdditiyCentral

Beri Komentar