Dampak Baik Bercinta Saat Hamil

Reporter : Kusmiyati
Selasa, 24 Februari 2015 09:02
Dampak Baik Bercinta Saat Hamil
Bercinta dapat membantu meredakan beberapa masalah seperti mual atau suasana hati yang tidak menentu. Selain itu juga dapat mempererat hubungan antara ayah, ibu dan anak.

Dream - Memuaskan hasrat bercinta saat hamil ternyata memiliki dampak baik untuk sang ibu dan calon bayi. Bercinta ternyata dapat membantu meredakan beberapa masalah seperti mual atau suasana hati yang tidak menentu.

Selain itu bercinta juga dapat mempererat hubungan antara ayah, ibu dan anak. Berikut ini beberapa manfaat yang diperoleh dari bercinta saat hamil seperti dikutip Idiva:

1. Seksi dan Menyenangkan

Saat ibu merasakan orgasme muncul endorfin yang dapat membuat ibu dan anak bahagia serta lebih santai. Saat hamil pasangan perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Saat hamil kenaikan berat badan sudah pasti dirasakan para ibu, namun kebanyakan suami menganggapnya itu seksi. 

3. Tingkatkan Imun

Seseorang yang aktif secara seksual memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dan diyakini, kadar imunoglobulin A yaitu antibodi yang membantu menghindari flu dan infeks meningkat.

4. Pereda Stres

Banyak yang mengakui hal ini, bercinta dengan pasangan menjadi pereda stres. Saat hamil tingkat stres para ibu semakin meningkat untuk itu bercinta dapat membantu meredakannya.

Selain itu juga anak menjadi lebih santai dengan sensasi goyangan perlahan dari tubuh ibu dan ayahnya.

5. Turunkan Tekanan Darah

Bercinta saat hamil dapat menurunkan tekanan darah dan dengan demikian dapat menghindari risiko preeklamsia (komplikasi tekanan darah tinggi) pada ibu.

6. Latihan sang Ibu

Saat orgasme para ibu bisa menjadikannya sebagai latihan untuk mempersiapkan diri melahirkan. Dengan orgasme panggul dapat mempersiapkan kelahiran anak dan lebih cepat masa pemulihannya paska kelahiran.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Subspesialis Fertility dan Hormon Reproduksi Ahli Bedah Laparoskopi, Kiel, Jerman, Caroline Tirtajasa, mengimbau suami istri sebaiknya bercinta tidak dilakukan saat usia kandungan masih muda.

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kondisi mulas dan kelahiran spontan. " Jangan saat usia kandungan masih muda. Sperma itu mengandung senyawa prostaglandin yang dapat memicu rasa mulas istri. Dan dikhawatirkan adanya kelahiran spontan," ujar Caroline.

Caroline menyarankan sebaiknya pasangan menunggu hingga usia kandungan lebih dari 14 minggu. Setelah itu boleh melakukan hubungan suami istri. " Kalau ingin bercinta tunggu dulu sampai proses plasentasi sempurna. Biasanya usia kandungan 14 minggu," ujar Caroline saat dihubungi Dream.co.id.

Proses plasentasi merupakan pembentukan plasenta yang bertujuan melindungi calon bayi. Proses ini sempurna saat usia kandungan ibu mencapai 14 minggu. (Ism)

Beri Komentar