Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Dear Lilly (istimewa)
Dream - Bagi Sahabat Dream yang sedang berwisata ke Hong Kong, sempatkan untuk ke Dear Lilly.
Dear Lilly adalah bar dan restoran baru yang terletak di lokasi yang sudah dikenal, yaitu IFC Mall, Central, Hong Kong Island.

Dalam rangkaian acara Hong Kong Arts Month 2019, Dream berkesempatan mengunjungi restoran ini berada di lantai empat IFC Mall, menempati atap mall dengan teras yang menghadap ke laut.

Dear Lilly didirikan oleh grup restoran Dining Concepts yang berkolaborasi dengan desainer bar Ashley Sutton.
Sutton adalah sosok pria Australia yang berada di balik beberapa desain bar paling terkenal di Asia.

Beberapa bar dan restoran karya Sutton yang bertebaran di Asia di antaranya adalah The Iron Fairies, Ophelia, dan Yojimbo.
© Dream
Dear Lilly penuh dengan citra restoran bergaya pseudo-Paris. Lengkap dengan buket dan motif dinding bercorak William Morris.

Memadukan desain interior bergaya pseudo-Paris dengan arsitektur ruang ini menjadi sebuah tantangan yang cukup sulit.

Struktur bangunan Dear Lilly didominasi balok-balok diagonal, garis-garis yang berani dan tiang-tiang baja.

Namun, secara estetika, Dear Lilly terasa seperti kamar rias bergaya Victoria yang dibuat di dalam sebuah kontainer.

Desain restoran baru ini berhasil menghadirkan suasana era Victoria. Pengunjung akan sedikit lupa bahwa mereka berada di pusat perbelanjaan.
© Dream
Dear Lilly menyajikan hidangan Barat kontemporer. Beberapa yang cukup terkenal adalah iga sapi yang dilapisi dengan madu dan biji wijen.
Kemudian ada menu semacam sate tuna yang disajikan bersama saus bawang manis, alpukat, dan daun bawang.

Untuk menu utama, Dear Lilly menyajikan risotto jamur; puttanesca pappardelle; dan kakap laut yang dimasak bersama bumbu Meksiko salsa verde dan kentang tumbuk.
Sebagai makanan penutup, kamu dapat memesan Dear Lilly Heart yang terbuat dari raspberry dan coklat putih.

Menu makanan penutup lainnya adalah chococaramel dan apple yuzu cremeux yang semuanya memiliki rasa yang sangat manis.

Sepertinya, Dear Lilly ini bisa masuk dalam daftar perjalanan wisata kamu ketika sedang lapar di Hong Kong.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol