Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Ford Berencana Akan Mem-PHK 12 Ribu Karyawan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Kesulitan ekonomi tak hanya dirasaka perusahaan ritel seperti Giant. Jauh di Eropa, produsen otomotif asal Amerika Serikat, Ford, akan memangkas 12 ribu pekerjaan di Benua Biru itu pada 2020.
Ford berharap langkah efisiensi ini akan “ membalik nasib” mereka menjadi lebih baik.
Dikutip dari The Guardian, Jumat 28 Juni 2019, Direktur Utama Ford, Jim Hackett, mengatakan pemangkasan belasan ribu karyawan ini untuk menyelamatkan perusahaan. yang telah US$800 juta di pasar luar Amerika Serikat.
Pemecatan belasan ribu karyawan ini disertai dengan penutupan pabrik Ford di Brisgend, South Wales, yang terungkap bulan ini. Kalau pabrik ini ditutup, ada 1.700 karyawan yang akan kehilangan pekerjaan.
Pemecatan karyawan termasuk agenda Ford untuk melakukan restrukturisasi. Dengan cara ini, kinerja keuangan perseroan akan membaik karena biaya operasi akan terpotong.
Sekadar informasi, di Eropa ada 51 ribu karyawan Ford. Di kawasan ini, produsen otomotif Mustang merugi hingga US$398 juta pada 2018.
Nantinya, Ford Eropa akan direstrukturisasi sebagai " lengan" kendaraan komersial dan penumpang. Perpanjangan tangan ini bertujuan untuk menggandakan jumlah kendaraan yang dijual di Eropa, seperti Ford Explorer dan Mustang.
" Ford akan fokus pada bisnis yang lebih bertarget di Eropa" kata Presiden Ford Eropa, Stuart Rowley.
Rowley mengatakan restrukturisasi ini akan membuat Ford fokus kepada bisnis mobil listrik di Eropa. Perusahaan ini akan menanamkan modalnya di kendaraan listrik.
Sekadar informasi, pada 2021, Eropa akan menjatuhkan sanksi bagi produsen yang tak memenuhi aturan emisi karbon. Kawasan ini memang memperketat aturan emisi karbon pada kendaraan.
Namun, investasi di kendaraan listrik menelan biaya yang tak sedikit dan membuat produsen mobil pusing. Mobil diesel, misalnya, yang masuk ke dalam rencana penjualan mobil. Angka penjualannya turun karena reaksi politik.
Kesulitan ini juga akan ditambah dengan faktor eksternal. Misalnya, ketidakpastian atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan perselisihan dagang dengan Amerika Serikat..
Asosiasi Produsen Mobil Eropa memprediksi penjualan mobil akan merosot 1 persen tahun ini. Diperkirakan akan ada 15 juta mobil yang terjual.
Bagaimana dengan produksi? Di Inggris sendiri, produksi mobil turun selama 12 bulan berturut-turut. Data Society of Motor Manufacturers and Traders menyebut outputnya turun 15,5 persen yoy pada Mei 2019.
Advertisement
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah