Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Ilustrasi Peretas Menghapus Data Perusahaan. (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang pria India yang bekerja sebagai pengembang perangkat lunak ditangkap minggu lalu, setelah ketahuan meretas perusahaan milik mantan bosnya.
Pria bernama Vikesh Sharma itu diduga telah menghapus informasi klien perusahaan tempatnya dulu bekerja dengan harapan akan dipekerjakan kembali.
Sharma sebelumnya bekerja sebagai pengembang perangkat lunak senior di perusahaan itu hingga dipecat selama pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19.
Dia diberhentikan karena tidak sepakat dengan besaran gaji yang diterima selama dia bekerja di tengah pandemi Covid-19.
Bukannya move on dengan pindah dan mencari pekerjaan lain, Sharma diduga mencoba mendapatkan kembali pekerjaan lamanya dengan cara yang sangat tidak biasa.
Dia berhasil meretas pusat data perusahaan mantan bosnya. Setelah mendapat akses data perusahaan, Sharma menghapus ribuan informasi klien perusahaan lamanya.
Dengan terhapusnya ribuan data penting itu, Sharma berharap mantan bosnya akan menghubunginya kembali untuk memperbaiki situasi tersebut.
Namun, rencana Sharma tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkannya.
Setelah menyadari ada orang yang meretas keamanan servernya, mantan majikan Sharma menghubungi polisi dan penyelidikan pun dilakukan.
Dengan melacak IP, polisi akhirnya berhasil mengetahui bahwa pelakunya adalah Sharma. Ketika Sharma mencoba menghapus lebih banyak data, polisi langsung memergokinya.
Pengembang perangkat lunak itu pun ditangkap di Old Maujpur pada hari Kamis, dan mengakui kesalahannya.
Menurut pengakuan Sharma , dia meretas pusat data mantan majikannya dan menghapus 18.000 data klien.
Tidak itu saja, dia juga menghapus sekitar 300.000 informasi pembayaran klien dan membuat sekitar 22.000 entri palsu.
Semua itu dia lakukan dengan harapan dipanggil kembali bekerja untuk memperbaiki kekacauan tersebut.
Sumber: OddityCentral.com
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes