Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Operasi Caesar (Foto: Shutterstock)
Dream - Proses persalinan tak selalu berjalan mulus. Banyak ibu yang awalnya berencana untuk menjalani persalinan normal tapi kondisi kesehatan dirinya atau sang jabang bayi tidak memungkinkan.
Operasi caesar pun jadi pilihan terakhir demi keselamatan ibu dan bayi. Banyak faktor yang memicu terjadinya persalinan caesar. Dokter Ivan Sini, spesialis kandungan dari RS Bunda Jakarta, mengungkap beberapa faktor yang membuat seorang ibu menjalani prosedur caesar.
Hal yang paling sering terjadi antara lain cephalopelvic disproportion (CPD). Kondisi CPD ini merupakan ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina. Disebabkan oleh panggul sempit, janin yang besar ataupun kombinasi keduanya.
" Contoh lainnya adalah gagal maju dalam persalinan, gawat janin, perdarahan berulang, plasenta previa, bekas sesar dan lain lain," ungkap dr. Ivan dalam blognya.
Ia juga menjelaskan dengan dengan cukup detail sayatan dan prosedur yang dilakukannya saat menjalani operasi caesar. Sayatan dalam operasi caesar ternyata dibuat sepanjang 10 cm.
" Sayatan luka sesar umumnya akan melintang di atas rambut kemaluan sebesar kurang lebih 10 cm. Akses ini dinamakan sayatan Pfanensteill. Dari dimulainya penyayatan pertama sampai dengan lahirnya bayi akan bervariasi antara 5 sampai dengan 30 menit. Ini tergantung derajat penyulit akses masuk kedalam rongga perut untuk bisa melahirkan bayi dengan aman," tulis dr. Ivan.
Menurut dr. Ivan, bayi umumnya dilahirkan dengan bantuan dorongan manual dari asisten operasi, semantara dokter bedah menuntun lahirnya bayi dengan tangan. Pada kondisi tertentu, bantuan vakum atau forceps dapat digunakan demi kelancaran proses tindakan medis.
Vakum dan forceps merupakan alat bantu yang mum digunakan saat proses persalinan. Setelah lahir dokter akan mengevaluasi bayi yang kemudian akan dibantu untuk proses inisiasi menyusui dini.
Selengkapnya penjelasan dr. Ivan bisa dibaca di sini.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan