Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Indonesia termasuk negara dengan jumlah penderita tuberkulosis (TBC) terbanyak di dunia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada 2018 menunjukan Indonesia berada di urutan ketiga di bawah India dan China untuk jumlah penderita TBC.
Dokter Spesialis Paru dan Pakar TB, MDR-TB, dr. Erlina Burhan mengatakan, sejatinya semua orang dapat terkena penyakit TB.
" Mudah menular karena TB ditularkan melalui udara, ketika pasien TB batuk, bersin, berbicara atau meludah, mereka memercikkan kuman TB ke udara," ujar Erlina di Jakarta, Rabu 8 Mei 2019.

Orang yang terinfeksi kuman TB umumnya menunjukan gejala seperti lemas, nafsu makan berkurang, berat badan turun, batuk berkepanjangan hingga tiga minggu, demam, berkeringat di malam hari, sesak dada, muntah darah atau batuk berdahak.
Proses pengobatan bagi pasien yang menderita penyakit TB dirancang berlangsung enam bulan. Si pasien harus mengonsumsi obat setiap hari. Jika obat tersebut tidak diminum secara rutin, kuman TB akan menjadi lebih kuat sehingga penyakitnya akan berubah menjadi TB resistan.
" TB resistan ini sebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang mengalami kekebalan obat anti TB," ucap dia.
Apabila pasien sudah menderita penyakit TB resistan, upaya penyembuhan akan semakin ekstra dengan menambah dosis, harus meminum obat dengan jumlah belasan hingga puluhan obat setiap hari dan obat suntik rutin lima hari.
Kendati berbahaya, penyakit ini bukan termasuk yang tidak dapat diobati.
" Meski mudah menular, TB ini bisa diobati," kata dia.
Lebih lanjut, kata Erlina, meski penyakit TB ini mudah menular tapi hanya sebarannya tergantung pada daya tahan tubuh orang yang menghirup kuman tersebut.
" Kalau masyarakat terinfeksi menghirup kuman TB itu 90 persen enggak jadi TB, karena tergantung imunitas," ujar dia.
Ia berpesan, apabila ada sahabat, teman, keluarga yang menderita harus dirangkul dan jangan dijauhi. Sebab, dukungan dari orang terdekat lah yang paling penting dari proses penyembuhan.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya