6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(Foto: Shutterstock)
Dream - Selama ini, standar kecantikan selalu didefinisikan sebagai perempuan berkulit putih dan mulus. Tanpa peduli, ras dan suku yang memang diciptakan Allah secara berbeda-beda.
Imbasnya, banyak remaja perempuan tumbuh dengan rasa tertekan dan tidak percaya diri akibat kulit yang tidak putih. Pada usia yang lebih dewasa, banyak dari mereka yang kemudian memutuskan untuk mengubah warna kulit agar dinilai lebih ideal.
Psikolog yang banyak menangani remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengatakan, remaja akan mengalamai perubahan besar dalam fase kehidupannya. Perubahan ini kadang-kadang akan menimbulkan rasa stres, gelisah, ketidakpastian, dan ketakutan.
" Masa remaja kan masa peralihan. Harus mandiri dan memiliki positioning yang mantap dalam pekerjaan, pendidikan, hingga pasangan hidup, yang harus dipersiapkan sejak remaja. Salah satu yang penting adalah pandangan positif terhadap diri sendiri," ungkap Vera dalam peluncuran kampanye #BanggaDenganWarnaKulitmu, persembahan Clean and Clear, kemarin.
Menurut Vera, jika masa remaja hanya difokuskan pada penampilan fisik, maka dapat menutupi potensi besar lainnya. Perubahan fisik dan hormonal para remaja harus dilewati dengan dukungan positif agar mereka dapat membentuk kepribadian yang lebih kuat.
" Saya akan mendorong semua gadis muda untuk percaya diri terlepas dari jenis warna kulit mereka," imbuh Vera.
Senada dengan Vera, seorang vlogger kecantikan, Abel Cantika, juga mendukung kampanye #BanggaDenganWarnaKulitmu. Sebagai publik figur yang bergelut di bidang kecantikan, ternyata Abel juga sempat mengalami krisis percaya diri karena warna kulitnya yang tidak terlalu putih.

Dulu, ia sering ditolak casting karena kulitnya tidak seputih yang lainnya. Namun kini, ia jauh merasa lebih bersyukur karena dianugerahi kulit yang sehat dan memiliki khas wanita Asia.
" Kalau di sosmed kan ketemunya anak-anak remaja, dan aku juga termasuk yang rajin baca komentar dan DM. Banyak banget yang nanya pingin putih, mereka tidak percaya diri dengan kulit mereka sendiri. Jadi aku pingin empowering mereka agar bisa lebih percaya diri dan menyayangi diri dengan caranya merawat diri sendiri. Aku suka balas kalau kulitku kuning langsat dan bangga yang penting terawat," tandas Abel di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Yuni Sulistyo, Brand Manager Clean and Clear, menambahkan, kampanye ini merupakan sebagai salah satu komitmen mereka untuk membangun rasa percaya diri anak-anak perempuan Indonesia. Menjelang peringatan HUT RI ke-72, mereka ingin mengingatkan kembali keberagaman suku di Tanah Air yang tidak hanya dilihat dari warna kulitnya saja.
" Jadi bulan Agustus ini merupakan waktu yang sangat tepat untuk merayakan keanekaragaman Indonesia yang terkenal beragam suku, budaya, bahasa dan warna kulit. Kita harus bangga menjadi Indonesia yang kaya warna," pungkas Yuni.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
