Kelly Tandiono (Foto: Nurwahyunan/Kapanlagi.com)
Dream - Kekurangan fisik kerap membuat seseorang merasa rendah diri. Tapi, sebagian orang bisa membuatnya jadi nilai lebih, seperti Kelly Tandiono.
Model 32 tahun itu dulu kerap di-bully karena tubuhnya yang tinggi dan kurus. " Aku dulu suka dipanggil 'tiang listrik' atau 'cicak kering', bahkan 'hitachi', hitam tapi China," katanya di Empirica, Jakarta Selatan, Rabu kemarin.
Meski begitu, Kelly terlahir percaya diri dan cuek terhadap ejekan teman-temannya. Wanita yang menekuni olahraga triathlon dan bela diri ini justru sering mendapat tawaran sebagai model sejak usia 14.
" Di Orchard Road Singapura, aku sering di-scout untuk jadi model. Mungkin karena tubuhku yang kurus krempeng, makanya pantas jadi model."
© Dream
Sejak itulah ia semakin yakin bahwa bentuk tubuh yang sering jadi bahan ejekan, justru bisa jadi kelebihan.

Akhirnya, pendiri 'Supermodel's Project' ini berkarir sejak usia 18 dan dikenal dengan ciri khasnya sebagai wanita Asia yang berkulit hitam. Apalagi, dengan gaya androginy dan poni khasnya.
" Di London, mereka malah suka wajah yang oriental tapi kulitnya hitam. Jadi, aku di sana itu unik. Ditambah lagi, poniku yang unik dan sudah jadi trademark buat mereka," kata dia.