Elon Musk Sindir Twitter dengan Cuitan Meme, Apa Isinya?

Reporter : Okti Nur Alifia
Jumat, 15 Juli 2022 13:35
Elon Musk Sindir Twitter dengan Cuitan Meme, Apa Isinya?
Baru-baru ini Elon Musk membuat sebuah meme tentang sindirannya kepada Twitter di postingan Twitternya.

Dream - Twitter telah secara resmi mengajukan gugatan kepada Elon Musk setelah CEO Tesla itu membatalkan kesepakatan pembelian media sosial tersebut.

Dalam gugatan yang dilayangkan di pengadilan Delaware, Amerika Serikat, Twitter memperlihatkan bukti pesan yang dikirim Musk kepada CEO dan CFO Twitter. 

Isi pesan tersebut menyatakan bahwa pengacara Twitter berusaha menciptakan masalah dengan mencari informasi tentang pembiayaan akuisisi Musk atas perusahaan. 

Mengutip dari Gizchina, pada 28 Juni 2022, Musk mengirim pesan kepada CEO Twitter, Parag Agrawal dan CFO Ned Segal, “ Pengacara kalian memanfaatkan percakapan ini untuk membuat masalah. Ini harus dihentikan" . 

1 dari 6 halaman

Twitter Ingin Elon Musk Tidak Melanggar Kewajiban

Pesan itu sebenarnya balasan untuk Twitter yang menginginkan informasi dari pria bernama lengkap Elon Reeve Musk itu tentang caranya mendapatkan uang untuk menyelesaikan pembelian.

Pada bulan April 2022, Musk setuju untuk membeli Twitter seharga US$44 miliar atau senilai Rp635 triliun. Namun, beberapa tweet dari Musk menimbulkan kecurigaan bahwa ia membatalkan rencana untuk mengakuisisi Twitter.

Menurut Twitter, Elon Musk seharusnya tetap pada akhir kesepakatan dan tidak melanggar kewajibannya. Namun, CEO Tesla, Elon Musk tidak berpendapat demikian. 

2 dari 6 halaman

Meme Elon Musk Tentang Twitter

Sejak itu, Twitter mengumumkan bahwa mereka akan membawa masalah ini ke pengadilan jika perlu untuk memaksa Musk menyelesaikan kesepakatan. 

Namun, ancaman itu tidak cocok dengan Musk. Elon justru membuat cuitan yang menyindir Twitter dengan memposting sebuah meme. Dia menulis empat kalimat yang mengungkapkan bahwa Twitter menyembunyikan beberapa informasi yang dibutuhkan Musk.

elon musk© (Foto: Twitter/elonmusk)

“ Mereka bilang saya tidak bisa membeli Twitter. Kemudian mereka tidak akan merilis informasi (akun spam dan bot). Sekarang mereka ingin memaksa saya untuk membeli Twitter di pengadilan. Sekarang mereka harus merilis informasi bot di pengadilan.”

 

3 dari 6 halaman

Elon Musk vs Twitter Memanas! Sang Miliarder Bakal `Dipaksa` Selesaikan Akuisisi

Dream - Perselisihan seputar proses akuisisi Twitter oleh miiarder Elon Musk makin memanas. Twitter memaksa pemilik Tesla tersebut untuk menindaklanjuti kesepakatannya membeli perusahaan media sosial tersebut.

Upaya memaksa Elon Musk ditempuh dengan melayangkan gugatan ke Delaware Court of Chancery pada hari Selasa, 12 Juli 2022 waktu setempat. Gugatan dari perusahaan berlogo burung putih itu muncul setelah Musk menyampaikan keputusannya untuk mengakhiri proses pembelian dalam surat kepada pengacara Twitter pada Jumat, 8 Juli 20222 malam.

Dalam surat tersebut seperti dikutip CNN Business, Rabu, 13 Juli 2022, Musk mengatakan bahwa ingin mengakhiri perjanjian akuisisi Twitter senilai US$44 miliar atau sekitar Rp659 triliun.

 

   

 

4 dari 6 halaman

Pengacara Musk mengatakan dalam surat itu bahwa Twitter telah " melanggar beberapa ketentuan" dari kesepakatan tersebut. Dia mengklaim perusahaan telah menahan data yang diminta Musk untuk mengevaluasi jumlah BOT dan akun spam di platform. BOT adalah singkatan dari robot yang digunakan untuk menggambarkan pemilik akun Twitter bukan orang asli.

Tim hukum Twitter membalas dalam sebuah surat pada hari Senin, 11 Juli 2022, menyebut upaya penghentian Musk " tidak valid dan salah."

Mereka mengklaim bahwa Musk sendiri yang telah melanggar perjanjian dan menuntut agar dia menindaklanjuti kesepakatan itu.

5 dari 6 halaman

Dalam pengaduan yang diajukan Selasa, pengacara Twitter mengatakan mereka berusaha untuk mencegah Musk dari pelanggaran lebih lanjut dari perjanjian, dan untuk memaksa penyempurnaan merger setelah memenuhi beberapa " kondisi yang luar biasa."

" Pada April 2022, Elon Musk menandatangani perjanjian merger yang mengikat dengan Twitter, berjanji untuk menggunakan upaya terbaiknya untuk menyelesaikan kesepakatan," tulis pengaduan tersebut.

" Sekarang, kurang dari tiga bulan kemudian, Musk menolak untuk mematuhi kewajibannya kepada Twitter dan pemegang sahamnya karena kesepakatan yang dia tandatangani tidak lagi melayani kepentingan pribadinya," tambah pengaduan tersebut.

6 dari 6 halaman

Namun, beberapa analis menilai bahwa Musk hanya mencari alasan untuk keluar dari kesepakatan tersebut. Nilai akuisisi sebesar US$44 miliar itu juga tampak mahal sekarang, jika melihat penurunan saham Twitter dan pasar teknologi secara keseluruhan.

Saham Tesla yang sebagian Musk andalkan untuk membiayai kesepakatan, juga telah menurun tajam sejak dia menyetujui kesepakatan akuisisi.

Beri Komentar