Facebook, dari Penasaran ke Perselingkuhan

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 22 Januari 2015 11:45
Facebook, dari Penasaran ke Perselingkuhan
Banyak orang menggunakan Facebook untuk mencari cinta lama yang sudah tidak terdengar selama bertahun-tahun.

Dream - Tanpa disadari penggunanya, Facebook bisa memberikan bukti hubungan perselingkuhan mereka. Media sosial ciptaan Mark Zuckerberg itu membantu pergerakan dan catatan pengeluaran penggunanya, mulai dari mobil hingga liburan.

Facebook kini dikutip oleh sepertiga firma hukum sebagai bukti kasus perceraian, menurut sebuah penelitian.

Firma hukum Lake Legal di Leeds, Inggris mengatakan banyak orang menggunakan Facebook untuk mencari cinta lama yang sudah tidak terdengar selama bertahun-tahun.

" Media sosial menyediakan log berkelanjutan dari kehidupan kita. Berbagi status dan gambar, sering dengan geo-tagging, memberikan catatan kegiatan yang dapat digunakan dalam kasus pengadilan," kata Lyn Ayrton.

Ayrton menambahkan, seringkali jika pasangan menulis status, mungkin mereka tidak mengatakan hal sebenarnya. Setidaknya, tulisan tak berdasar fakta tersebut membuat kredibilitas mereka patut dipertanyakan.

" Mungkin seseorang akan mengatakan dia sedang tidak punya hubungan dengan orang lain, tapi kemudian menulis status undangan pesta untuk dirinya dan kekasihnya."

Pakar di firma hukum di Inggris telah memeriksa lebih dari 200 kasus dan menggunakan Facebook sebagai bukti di sepertiga kasus yang mereka tangani.

Julian Hawkhead dari Stowe Family Law mengatakan foto dan komentar juga bisa digunakan sebagai bukti hubungan atau gaya hidup yang bertolak belakang dengan apa yang ingin disampaikan seseorang.

" Kami sering kedatangan klien yang membawa informasi yang tersedia dalam domain publik dengan bukti perselingkuhan," kata Hawkhead.

" Namun, internet juga dapat memberikan sumber informasi yang berguna lainnya. Tim forensik akuntansi kami sering menemukan banyak informasi keuangan melalui pencarian Google tentang pesta, termasuk lokasinya, di mana saja mereka dan apa yang mereka lakukan.

Hawkhead menyarankan orang-orang harus lebih hati-hati saat meninggalkan informasi tentang diri mereka di internet. Informasi tentang mereka akan dengan mudah ditemukan dan dimanfaatkan orang lain hanya dengan sentuhan satu tombol.

(Ism, Sumber: Mirror.co.uk)

Beri Komentar