Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Dream – Dalam sebuah studi terbaru ditemukan bahwa kebanyakan orang masih menggunakan password yang mudah ditebak. Bahkan satu dari 142 password memakai angka 123456.
Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa teknik komputer asal Turki, Ata Hakcil. Dia menganalisa kombinasi uername dan password dari berbagai perusahaan yang bocor setelah peretasan.
Tumpukan data ini telah ada lebih dari setengah dekade dan menumpuk saat perusahaan baru diretas. Data tersebut banyak ditemukan secara online di situs-situs seperti GitHub atau GitLab.
Data tersebut didistribusikan secara bebas melalui portal peretasan atau hacker. Hakcil mengunduh dan mencoba menganalisis lebih dari satu miliar kredensial data yang bocor itu.
Selama bertahun-tahun banyak perusahaan teknologi yang mengumpulkan data ini, seperti Google, Microsoft, dan Apple. Mereka mengumpulkan data kredensial yang bocor untuk membuat sistem peringatan internal yang memperingatkan pengguna ketika mereka menggunakan kata sandi " lemah" atau " umum"

Bulan lalu, Hakc?l, yang belajar di sebuah universitas di Siprus, mengunduh dan menganalisis lebih dari satu miliar pasword yang bocor.
Penemuan utamanya adalah, dari satu miliar lebih kredensial data set itu hanya 168.919.919 yang merupakan password unik. Sedangkan lebih dari 7 juta berisi 123456.
Ini berarti bahwa setiap 1 dari 142 password masih menggunakan angka dari satu hingga enam. Dan hal itu terus bertambah selama lima tahun berturut-turut.
Hackil juga menemukan fakta bahwa panjang password rata-rata adalah 9,48 karakter. Dan hal itu dianggap tidak buruk namun juga tidak terlalu baik.
Sebagian besar pakar keamanan merekomendasikan untuk menggunakan password sepanjang mungkin. Biasanya dalam ranah 16 hingga 24 karakter atau bahkan lebih.
Tetapi panjang karakter dalam password bukanlah satu-satunya masalah. Hackil mengungkapkan bahwa kompleksitas password dapat menjadi sebuah masalah. Dengan hanya 12 persen dari password yang mengandung karakter khusus.
Dalam kebanyakan kasus, pengguna memilih password sederhana seperti hanya menggunakan huruf (29 persen) atau angka (13 persen). Ini berarti sekitar 42 persen dari semua password yang termasuk dalam 1 miliar set data rentan terhadap serangan.
Tetapi panjang kata sandi bukan satu-satunya masalah yang ditemukan Hakcil. Peneliti Turki mengatakan bahwa kompleksitas kata sandi juga merupakan masalah, dengan hanya 12% dari kata sandi yang mengandung karakter khusus.
Dalam kebanyakan kasus, pengguna memilih kata sandi sederhana seperti hanya menggunakan huruf (29%) atau angka (13%). Ini berarti bahwa sekitar 42% dari semua kata sandi yang termasuk dalam 1 miliar set data rentan terhadap serangan kamus cepat yang akan memungkinkan pelaku ancaman mendapatkan akses ke akun tanpa kesulitan atau kesulitan teknis.
Sumber: zdnet.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya