Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Fakta yang Tak Banyak Orangtua Tahu Soal Toilet Training

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 1 Mei 2018 12:39
Fakta yang Tak Banyak Orangtua Tahu Soal Toilet Training
Berlatih berkali-kali juga tak menjamin si kecil langsung bisa. Kadang tetap terjadi insiden mengompol.

Dream – Mengajari anak usia 2 tahun ke atas untuk ke toilet memang bukan hal mudah. Ada banyak metode yang bisa dicoba dan kuncinya adalah konsisten dalam menerapkannya.

Berlatih berkali-kali juga tak menjamin si kecil langsung bisa. Kadang tetap terjadi insiden di mana anak tak bisa menahan, akhirnya buang air di tempat ia berdiri. Rupanya, melatih anak menggunakan toilet sendiri bukan hanya berpatokan pada usia, tapi juga kesiapan fisik dan psikologisnya.

Bahkan dr David Joseph, seorang ahli urologi anak, mengungkap kalau toilet training sebenarnya tak terlalu perlu. Hal ini karena di usia 3-4 tahun, kantong kemih mereka masih terlalu kecil untuk menampung urine dan membuangnya sekaligus.

" Anak balita memang lebih sering buang air kecil dan banyak minum. Sementara anak laki-laki cenderung lebih lama menggunakan popok dibanding perempuan," ujar dr. Joseph.

Menurutnya, kemampuan anak mengontrol hasrat buang airnya akan muncul secara natural. Hal ini ketika mereka mulai belajar mengenali sinyal dalam tubuhnya.

Namun ada hal yang bisa dilakukan orangtua pada anak untuk membantunya mengontrol berkemihnya pada malam hari. Apa saja?

- Batasi minum air 2 jam sebelum tidur
- Bentuk kebiasaan untuk buang air kecil sebelum tidur
- Beritahu si kecil, bangun tengah malam untuk buang air bisa dilakukannya
- Jangan memarahi jika ia masih mengompol
- Lepas popok sekali pakai selama 5 hari berturut-turut dan latih ia mengenali hasrat ingin buang air kecil

Jika anak masih mengompol di usia 6 atau 7 tahun, segera konsultasikan dengan dokter. Bisa jadi ia mengalami masalah dalam perkembangan atau kesehatannya

Laporan Dina Nazhifah

Sumber: Pure Wow

Beri Komentar