Finalis World Muslimah Redakan Stres di Puncak Merapi

Reporter : Kusmiyati
Minggu, 16 November 2014 18:03
Finalis World Muslimah Redakan Stres di Puncak Merapi
Seakan tidak ingin menyia-nyiakan momen tak terlupakan ini, para finalis pun mengabadikan dengan berselfie atau mengambil gambar bersama.

Dream - Setelah menempuh jalan berbatu sekitar 20 sampai 30 menit, para finalis WOrld Muslimah 2014 akhirnya sampai di puncak Merapi. Mereka menjalani kegiatan yang diberi nama lavatour atau menyusuri area yang pernah menjadi jalur lava saat gunung merapi meletus.

 

Setelah sampai di puncak Merapi dengan menggunakan mobil jip, semua finalis mengucap syukur dan kagum. " Subhanallah bagus sekali, alhamdulilah bisa sampai di puncak Merapi ini," ujar Nazrien finalis dari India.

 

Seakan tidak ingin menyia-nyiakan momen tak terlupakan ini, para finalis pun mengabadikan dengan berselfie atau mengambil gambar bersama dengan kamera pocket atau telepon genggamnya. Lain halnya dengan Lulu Susanti, finalis dari Indonesia kecintaannya pada sinematografi membuatnya selalu mengabadikan momen lewat video.

 

" Aku selalu bawa kamera handycam itu tiga, untuk dijadikan film pendek untuk dokumentasiku sendiri. Ini momen yang berharga dan tak terlupakan jadi smeuanya diambil gambarnya," kata Lulu kepada Dream.co.id di puncak Merapi, Yogyakarta, Minggu 16 November 2014.

 

Setelah selesai mengagumi puncak merapi, para finalis diajak untuk meredakan stres dengan melakukan streching atau pelenturan oleh Ahli Yoga, Lisa Namuri.

 

" Saya hanya ingin membuat mereka rileks dengan beberapa kegiatan, tidak yoga karena tempatnya tidak memungkinkan jadi hanya gerakan relaksasi seperti memijat punggung dan tekuk leher," kata Lisa.

 

Selain itu Lisa juga memberikan sedikit masukan untuk para finalis agar menjaga kesehatan tubuh selama karantina. " Beristirahatlah dengan berkualitas, makannya dijaga. Kesehatan itu penting, percuma cantik kalau tidak sehat. Muslimah itu juga harus pintar menjaga kesehatan," ungkap Lisa.

 

Para finalis pun terlihat antusias mengikuti intruksi yang diberikan Lisa. " Ini menyenangkan, meredakan stres karena gerakan-gerakan dari Lisa membuat kami rileks, alhamdulillah untuk hari ini," ujar Ainur finalis dari Malaysia.

 

Sekitar 30 menit mereka melakukan gerakan rileksasi mulai dari memijat pundak, tengkuk atau leher bagian belakang, pinggang dan rileksasi dengan membayangkan sesuatu yang menyenangkan.

 

" Ketika pikiran selalu positif atau terus memikirkan dan membayangkan sesuatu yang indah maka aura positif akan membuat kita juga bahagia tidak stres," kata Lisa. (Ism)

 

Beri Komentar