6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Instagram.com/anindyakputri
Dream - Di tengah mengemban tugas sebagai Putri Indonesia 2015 yang baru dijabat beberapa hari ini. Anindya Kusuma Putri, wanita asal Semarang ini sedang hangat dibicarakan netizen.
Perkara mengenakan kaus berlambangkan palu arit dalam foto yang diunggah di akun Instagramnya, dara 23 tahun ini ramai menuai komentar-komentar pedas dari para pemain dunia maya.
Diakui dara yang akrab disapa Anin ini, foto itu dikenakan saat penanaman pohon yang melibatkan mahasiswa asing dari Association Internationale des Étudiants en Sciences Économiques et Commerciales (AIESEC).
Lewat keterangan tertulis yang diterima Dream.co.id, Selasa 24 Februari 2015, Anin menjelaskan bahwa sebagai anggota AIESEC memiliki kebiasaan anggota untuk melakukan exchange kaus bila mengunjungi negara tertentu.
" Saya menghargai persahabatan antar bangsa dan perbedaan termasuk perbedaan ideologi. Setiap saya konferensi ke luar negeri selalu membawa souvenir berupa t-shirt dan pin berlambangkan Garuda Pancasila ataupun pakaian ada melakukan exchannge dengan anggota dari negara lain," jelasnya
" Teman-teman dari negara lain juga menggunakan batik, kaus, dan pin garuda yang berideologikan pancasila walaupun mereka juga belum tentu memahami dan sepaham dengan ideologi kita tersebut," tambah Anin.
Selain itu, Anin yang merupakan mahasiswi jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro ini menegaskan kalau penggunaan kaus tersebut beralaskan menghargai persahabatan antarbangsa dari anggota AIESEC, yang salah satunya mahasiswa asing dari Vietnam.
" Saya dan teman-teman di seluruh dunia menjalankan misi untuk meningkatkan awareness tentang mutual understanding," imbuhnya.
" Selain mutual understanding ini juga menunjukkan visi AIESEC yaitu menciptakan perdamaian dunia dengan bagaimana kita menghargai eksistensi kepercayaan negara lain yang mengenakan baju-baju tersebut tapi bukan berarti setuju dengan ideologi tersebut. Ideologi saya pancasila," pungkas mantan Gadis Sampul 2008 ini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
