Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wanita Iran Gandrung Parkour
Gaya hidup barat perlahan menginvasi Iran, negeri para mullaf yang selama ini kerap dikabarkan salah oleh media barat. Pada sebuah taman di Teheran, misalnya, sekelompok wanita pemberani ini bersenda gurau. Mereka masih muda-muda. Masih sekolah, kuliah, dan baru tamat. Kebanyakan berusia belasan.
Di tengah senda gurau itu, tiba-tiba ada yang melompat ke udara dalam gerakan yang indah tapi menakutkan. Yang lain susul melompat. Jungkir balik di atas sana. Memutar badan. Memintir tubuh dan bergerak dari satu pilar ke pilar lain di taman itu. Dan dalam hitungan menit mereka mendarat dengan manis di tanah.

Gerakan yang terlihat aneh itu, namanya Parkour. Sebuah jenis olahraga yang lahir di Prancis akhir 1980-an. Olahraga kaum urban ini menuntut gerak cepat. Gerakan dimulai dengan berjalan, lalu melompat, berguling, senam, hingga masuk ke dalam kolong-kolong bangunan. Menyenangkan sekaligus menyeramkan.
Tapi para gadis di Teheran itu, nekat beraksi dan mengambil segenap resiko itu. Memakai hijab, mereka begitu tangkas memperagakan gerakan-gerakan yang enerjik ini. " Sebagai seorang wanita gerakan itu agak rumit," kata Maryam Sedighian Rad, sebagaimana dilansir Dailystar, 21 Maret 2014. Maryam adalah pemimpin kelompok berusia 28 tahun. Dia adalah pemegang gelar master dalam ilmu fisiologi.
Dan sebagaimana para wanita lain di negeri itu, Sedighian wajib berbusana santun, mengenakan jilbab saban hari. Tapi itu bukan penghalang. Dalam setiap aksinya Maryam tak jarang didampingi laki-laki. Bahkan didampingi polisi ketika beraksi di taman. Dia mulai menekuni olahraga ini semenjak Mei 2012.

Meski syarat celaka, olahraga ini terus mewabah ke sejumlah Negara. Bahkan merasuk juga ke dunia sineas. Film-film blockbuster seperti " Yamakasi" dan " District B13" turut menyebarkan olahraga ini. Dan hari-hari ini, Parkour seperti endemik di negeri yang pernah dipimpin Mahmoud Ahmadinejad ini. Selain para lelaki, olahraga ini juga membius para wanita.
Sedighian Rad dan 50 wanita remaja lainnya, mengubah oalahrga yang semula untuk kalangan militer itu, menjadi olahraga yang menyenangkan. Parkour yang mengusung motto: " Jangan bergerak mundur" , kini menjadi tren di Teheran. Tiga kali dalam sepekan, Sedighian Rad melatih kelompoknya. Pelatihan itu berlangsung di tiga kompleks olahraga di dalam ruangan." Kami sangat mencintai Parkour," kata Sedighian Rad.
Setiap berlaga, para wanita ini memakai pakaian yang longgar untuk mempermudah gerakan, joging, melompat, bahkan jungkir balik hingga mengakibatkan rambut 'terjatuh'.
Semangat membara dengan olahraga ini juga dirasakan Helia Goharbavar. Belia 16 tahun ini harus menyesuaikan busana jilbabnya demi mengikuti semua gerakan. " Tapi itu tidak mengganggu saya," ujar Goharbavar.

Gerakan yang memukau, sekaligus menakutkan, diperagakan Arefeh Shoari. Gadis berusia 17 tahun itu merupakan salah satu anggota tergesit di kelompoknya. Meski diakui bahwa ada beberapa gerakan yang secara tidak sengaja bisa mengekspose salah satu bagian tubuhnya, Shoari – seperti halnya Goharbavar dan anggota lainnya berprinsip -- Parkour sungguh meroketkan rasa percaya diri.
" Kadang-kadang orang mengkritik, ini bukan olahraga untuk anak perempuan. Mereka berkata kita seharusnya merajut. Mereka... tidak bisa membayangkan seorang gadis berolahraga seperti anak laki-laki," kata Sedighian Rad. Seorang gadis lain, namanya Athena Karami, menyebut olahraga ini sungguh menyenangkan. " Ini sangat menyenangkan. Apalagi ketika kami difilmkan dalam ponsel," kata gadis berusia 19 tahun ini. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya