Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Google melarang beberapa aplikasi Android asal China. Larangan itu dilakukan setelah investigasi yang dikembangkan BuzzFeed.
Dalam laporannya, BuzzFeed menyebut perusahaan DO Global, yang dimiliki raksasa internet Baidu, telah melakukan penipuan melalui iklan. Dari penelusuran itu, Google menghapus masal aplikasi tersebut di Play Store.
Sampai hari ini, 46 aplikasi dari DO Global hilang dari Play Store. Akibat larangan dan penghapusan ini, aplikasi besutan DO Global tidak lagi menawarkan inventarisasi iklan dengan pembelian melalui jaringan AdMob Google.
Google tidak mengomentari secara khusus tentang penghapusan tersebut. Tapi, sumber Google, mengatakan perusahaan tersebut akan melarang DO Global secara keseluruhan.
" Kami secara aktif menyelidiki perilaku jahat, dan ketika kami menemukan pelanggaran, kami mengambil tindakan, termasuk penghapusan kemampuan pengembang untuk memonetisasi aplikasi mereka dengan AdMob di Google Play," kata juru bicara Google.

Aplikasi besutan DO Global yang disinyalir menipu pengguna (Foto: Buzzfeed)
Sebelum penghapusan aplikasi, DO Global memiliki sekitar 100 aplikasi di Play store. Aplikasi tersebut telah terpasang sebanyak 600 juta kali.
Penghapusan yang dilakukan Google ini dianggap yang terbesar sejauh ini. Atau dilihat dari sudut pandang lain, terbesar melembagakan pengembang aplikasi.
DO Global mengeluarkan permintaan maaf dan mengakui `penyimpangan` aplikasi yang dibuatnya. DO Global juga mengatakan menerima keputusan Google.
DO mengklaim memiliki lebih dari 250 juta pengguna aktif bulanan untuk aplikasinya. Aplikasi itu menjangkau 800 juta pengguna melalui platform iklannya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya