Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Celana Dalam Tidak Memiliki Tanggal Kadaluwarsa. (Foto: Shutterstock)
Dream – Setiap habis memakai pakaian setiap harinya, tentu harus diganti dan dicuci sebelum pemakaian berikutnya kembali, termasuk pakaian dalam. Jika tidak, pasti akan sangat menjijikan.
Namun, bagaimana dengan umur celana dalam tersebut dari sudut pandang kesehatan? Adakah titik maksimum ketika harus membuang yang lama dan menggantikannya dengan yang baru?
Menurut Taraneh Shirazian, seorang ginekolog di NYU Langone Health, sebagai permulaan tidak ada bukti medis yang menunjukkan faktor risiko kondisi vagina.

Jadi jawabannya masih belum pasti dan mengambang.
“ Namun dalam hal kenyamanan dan mengurangi kemungkinan terjadinya masalah. Seperti reaksi alergi atau infeksi, masuk akal untuk mengganti celana dalam secara teratur,” jelas Shirazian.
Seorang profesor klinis mikrobiologi dan patologi di NYU School of Medecine, Philip Tierno menambahkan bahwa ia menyetujui hal yang dikatakan Shirazian, celana dalam tidak memiliki tanggal kadaluwarsa.
“ Akan tetapi jika celana dalam sudah tidak berfungsi secara mekanis, dengan kata lain ada lubang atau karetnya lepas, inilah saatnya untuk menggantinya,” ujar Tierno.
Apabila celana dalam yang sudah tidak berfungsi secara optimal terus dipakai dan dibiarkan, tak heran jika menyebabkan gangguan kesehatan, meski tidak berisiko tinggi.
Celana dalam yang robek dapat mengiritasi kulit dan mengakibatkan luka atau lecet yang meningkatkan risiko infeksi.
Sama halnya seperti sepatu yang tidak pas lagi, sepatu tersebut tidak lagi bisa menyegel kelembapan yang biasanya dapat berbahaya, menyebabkan munculnya jamur atau infeksi lainnya.
Jadi apabila suatu barang sudah usang alangkah baiknya untuk diganti yang baru.
Saat mencari celana dalam yang baru, sebaiknya carilah bahan yang nyaman seperti katun. Faktanya katun dapat memberikan ruang napas dan tidak membiarkan kelembapan menumpuk yang berpotensi mengakibatkan infeksi.
“ Saat memilih pakaian dalam untuk pertama kalinya, waspadalah terhadap hal-hal seperti bahan alami, pewarna, dan bahan kimia,” tutur Shirazian.
Memilih celana dalam berbahan sintetis seperti nilon atau spandex dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi dikarenakan bahan tersebut dapat menahan kelembapan dan tidak mudah kering.
Selain kain pakaian, penting pula melihat potongannya. Pakaian dalam yang mewah biasanya terbuat dari kain yang lebih kaku, potongan kainnya bisa membuat mengiris sampai lecet di area selangkangan sehingga tidak nyaman dipakai.
Sebaiknya untuk keseharian, hindari celana dalam seperti itu, gunakan yang nyaman, lembut, dan menyerap kelembapan, misalnya granny panties, boy cut shorts, bikini atau thong style.

Setelah memilih pakaian dalam yang tepat, tentunya juga penting untuk memebersihkannya dengan benar di sela-sela pemakaian agak tidak menimbulkan risiko penyakit kesehatan
Biasanya, cara mencuci atau membersihkan celana dalam berbeda-beda tergantung produknya, setiap produk akan diberikan label cara perawatannya.
“ Jika mengenakan pakaian dalam katun putih, saran saya untuk menambahkan pemutih setiap mencucinya, ini akan memberantas semua bakteri,” tambah Tierno.

Sedangkan, bila celana dalam berwarna cuci dengan air yang keras atau panas, seperti lysol, yang secara efektif membunuh kuman.
“ Apabila menggunakkan mesin cuci, beberapa di antara mesin cuci sudah memiliki pembasmi kuman, siklus pembasi kuman ini menaikkan suhu jauh melebihi apa yan dapat dicapai air panas biasa,” tambah Tierno.
Khusus untuk pakaian dalam berbahan kain yang lebi halus, disarankan untuk cuci dengan tangan secara lembut.
Untuk mengoptimalkan pembunuhan kuman, proses pengeringan juga bisa membantunya, baik pengeringan di bawah sinar matahari atau dengan mesin pengering, yang terpenting terdapat semburan radiasi UV.
Laporan: Josephine Widya, Sumber: Health.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya