Haruskah Ganti Pakaian Dalam Secara Rutin?

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 25 Maret 2021 19:31
Haruskah Ganti Pakaian Dalam Secara Rutin?
Ketahui jawabannya di sini!

Dream – Setiap habis memakai pakaian setiap harinya, tentu harus diganti dan dicuci sebelum pemakaian berikutnya kembali, termasuk pakaian dalam. Jika tidak, pasti akan sangat menjijikan.

Namun, bagaimana dengan umur celana dalam tersebut dari sudut pandang kesehatan? Adakah titik maksimum ketika harus membuang yang lama dan menggantikannya dengan yang baru?

Menurut Taraneh Shirazian, seorang ginekolog di NYU Langone Health, sebagai permulaan tidak ada bukti medis yang menunjukkan faktor risiko kondisi vagina.

Harsukah Mengganti Pakaian dalam Secara Rutin?© MEN

Jadi jawabannya masih belum pasti dan mengambang.

“ Namun dalam hal kenyamanan dan mengurangi kemungkinan terjadinya masalah. Seperti reaksi alergi atau infeksi, masuk akal untuk mengganti celana dalam secara teratur,” jelas Shirazian.

Seorang profesor klinis mikrobiologi dan patologi di NYU School of Medecine, Philip Tierno menambahkan bahwa ia menyetujui hal yang dikatakan Shirazian, celana dalam tidak memiliki tanggal kadaluwarsa.

1 dari 4 halaman

Celana dalam robek masih disimpan?

“ Akan tetapi jika celana dalam sudah tidak berfungsi secara mekanis, dengan kata lain ada lubang atau karetnya lepas, inilah saatnya untuk menggantinya,” ujar Tierno.

Apabila celana dalam yang sudah tidak berfungsi secara optimal terus dipakai dan dibiarkan, tak heran jika menyebabkan gangguan kesehatan, meski tidak berisiko tinggi.

Celana dalam yang robek dapat mengiritasi kulit dan mengakibatkan luka atau lecet yang meningkatkan risiko infeksi.

Sama halnya seperti sepatu yang tidak pas lagi, sepatu tersebut tidak lagi bisa menyegel kelembapan yang biasanya dapat berbahaya, menyebabkan munculnya jamur atau infeksi lainnya.

Jadi apabila suatu barang sudah usang alangkah baiknya untuk diganti yang baru.

2 dari 4 halaman

Perhatikan bahannya

Saat mencari celana dalam yang baru, sebaiknya carilah bahan yang nyaman seperti katun. Faktanya katun dapat memberikan ruang napas dan tidak membiarkan kelembapan menumpuk yang berpotensi mengakibatkan infeksi.

“ Saat memilih pakaian dalam untuk pertama kalinya, waspadalah terhadap hal-hal seperti bahan alami, pewarna, dan bahan kimia,” tutur Shirazian.

Memilih celana dalam berbahan sintetis seperti nilon atau spandex dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi dikarenakan bahan tersebut dapat menahan kelembapan dan tidak mudah kering.

Selain kain pakaian, penting pula melihat potongannya. Pakaian dalam yang mewah biasanya terbuat dari kain yang lebih kaku, potongan kainnya bisa membuat mengiris sampai lecet di area selangkangan sehingga tidak nyaman dipakai.

Sebaiknya untuk keseharian, hindari celana dalam seperti itu, gunakan yang nyaman, lembut, dan menyerap kelembapan, misalnya granny panties, boy cut shorts, bikini atau thong style.

3 dari 4 halaman

Beda bahan beda perawatan

Ilustrasi© Shutterstock

Setelah memilih pakaian dalam yang tepat, tentunya juga penting untuk memebersihkannya dengan benar di sela-sela pemakaian agak tidak menimbulkan risiko penyakit kesehatan

Biasanya, cara mencuci atau membersihkan celana dalam berbeda-beda tergantung produknya, setiap produk akan diberikan label cara perawatannya.

“ Jika mengenakan pakaian dalam katun putih, saran saya untuk menambahkan pemutih setiap mencucinya, ini akan memberantas semua bakteri,” tambah Tierno.

 

4 dari 4 halaman

Perhatikan juga cara mencuci yang tepat

Ilustrasi© Shutterstock

Sedangkan, bila celana dalam berwarna cuci dengan air yang keras atau panas, seperti lysol, yang secara efektif membunuh kuman.

“ Apabila menggunakkan mesin cuci, beberapa di antara mesin cuci sudah memiliki pembasmi kuman, siklus pembasi kuman ini menaikkan suhu jauh melebihi apa yan dapat dicapai air panas biasa,” tambah Tierno.

Khusus untuk pakaian dalam berbahan kain yang lebi halus, disarankan untuk cuci dengan tangan secara lembut.

Untuk mengoptimalkan pembunuhan kuman, proses pengeringan juga bisa membantunya, baik pengeringan di bawah sinar matahari atau dengan mesin pengering, yang terpenting terdapat semburan radiasi UV.

Laporan: Josephine Widya, Sumber: Health.com

Beri Komentar