Harus Seberapa Sering Ganti Pembalut Saat Haid?

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 30 Maret 2021 08:12
Harus Seberapa Sering Ganti Pembalut Saat Haid?
Kamu wajib tahu, demi kesehatan organ intim.

Dream – Darah dan kotoran keluar terus menerus saat haid. Hal ini tentunya membuat kita tak nyaman dan area intim jadi lebih lembap dan kotor dari biasanya. Mengganti pembalut secara rutin jadi hal yang tak boleh diabaikan.

Biasanya, jeda waktu mengganti pembalut tergantung banyaknya haid yang keluar dan jenis pad yang digunakan. Penting untuk tidak berlama-lama menggunakan pembalut yang sama karena dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri terutama di area vulva karena sangat lembap dan rentan berkeringat dan bisa menimbulkan risiko kesehatan yang lebih parah seperti toxic shock syndrome (TSS) serta tumbuhnya jamur.

Oleh karenanya diperlukan pergantian pembalut 4 sampai 6 jam sekali ketika pad sudah mulai terasa tidak nyaman dipakai. Misalnya saat sudah terasa penuh, berat, dan juga lembap ketika bergesekan dengan kulit.

 

1 dari 5 halaman

Rata-rata wanita haid akan mengganti pembalut 3 sampai 6 kali dalam sehari tergantung pada kondisi tiap individu. Ada faktor yang membedakan rentang waktu penggantian pembalut tiap individu. Diklasifikasikan sebagai berikut;

Cara Mudah Mengatasi Iritasi Vagina Akibat Pembalut© MEN

Aktivitas yang dilakukan
Individu yang beraktivitas dengan intensitas tinggi seperti berolahraga perlu mengganti pembalut semakin sering karena keringatnya lebih banyak. Tak hanya itu, saat berolahraga pembalut bisa bergoyang dan bergeser sehingga ada kemungkinan posisinya kurang tepat.

Cuaca
Cuaca panas membuat seseorang mudah berkeringat. Konsekuensinya, area lipatan antara paha dan vulva menjadi semakin lembap. Ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman apabila pembalut tidak segera diganti.

Siklus haid
Hari-hari pertama haid yaitu pertama hingga ketiga kerap kali menjadi waktu darah keluar paling banyak atau heavy flow. Di masa-masa ini, artinya perlu mengganti pad lebih sering. Namun lagi-lagi, setiap orang punya siklus yang berbeda. Ada yang deras sepanjang minggu, ada pula yang tidak. Selengkapnya baca di Sehatq

Laporan Josphine Widya

2 dari 5 halaman

Nyeri Haid Hilang Setelah Menikah, Masa Sih?

Dream - Nyeri yang terasa di sekitar perut dan pinggang kerap kali dirasakan sebagain besar wanita saat menstruasi tiba.

Mitos yang beredar pun mengaitkan bahwa pasca menikah, nyeri haid akan berkurang bahkan hilang. Benarkah?

© Dream

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Kartika Cory, SpOG mengatakan, hal itu tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, nyeri haid bisa mereda usai menikah lantaran mengalami kehamilan secara alami.

" Mitos itu ada benar dan tidaknya. Nyeri saat haid itu, sebelum nikah misal nyeri banget pas masih gadis, lalu setelah hamil akan berkurang. Kalau nyeri haid akibat endometriosis, misal sudah hamil secara alami, endometriosis itu diserap oleh tubuh sendiri," katanya dalam diskusi virtual #HaloTalks Vol. 4 bertajuk “ Mencatat Periode Menstruasi: Hal Mudah, Berdampak Besar”, Rabu, 25 November 2020.

3 dari 5 halaman

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim.

Kondisi ini membuat rasa sakit luar biasa, khususnya saat menstruasi. Dituturkan dokter Kartika, kehamilan membuat jaringan di rahim menguat.

" Hamil dengan sendirinya membuat tubuh lebih kuat menyerap sel endometriosis tadi," tuturnya.

Meski begitu, beragam faktor lain bisa memicu nyeri haid seperti konsumsi makanan tertentu. Jenis makanan yang berminyak, asam, dan pedas sebaiknya dihindari untuk mencegah rasa nyeri itu.

" Hindari pedas dan asam. Krn perut misal sakit akibat makan pedas, membuat perut saat haid makin enggak nyaman. Juga, haid membuat produksi asam lambung meningkat sehingga membuat makanan bersifat asam makin mengganggu lambung," katanya.

4 dari 5 halaman

Cara Menghitung Siklus Haid untuk Mengetahui Masa Subur

Dream - Salah satu hal yang kerap dilakukan ketika pasangan suami istri ingin ingin memiliki momongan adalah menghitung siklus haid. Kamu bisa mengetahui masa kesuburan ketika menghitung siklus datang bulan atau haid.

Umumnya seorang wanita mengalami siklus haid selama 21-35 hari dengan masa menstruasi 2-7 hari. Cara menghitung siklus haid sangat sederhana.

Kamu hanya perlu mencatat tanggal mulai haid di masing-masing bulan dan menghitung rentang waktunya. Misalnya, kamu haid tanggal 15 Oktober dan di bulan selanjutnya jatuh pada tanggal 17. Itu artinya, kamu memiliki siklus haid 33 hari.

Namun siklus haid seorang wanita berbeda-beda. Meski kamu telah menghitungnya, siklus hadi di bulan berikutnya bisa saja meleset dari waktu yang seharusnya. 

5 dari 5 halaman

Cara menghitung siklus haid untuk program hamil

Jika ingin melakukannya untuk program hamil, kamu perlu mencatat tanggal awal haid selama minimal 6 bulan. Lalu, lakukan cara yang dilansir dari Sehatq.com berikut ini.

1. Cari rentang siklus terpendek selama 6 bulan.
2. Kurangi masa siklus terpendek dengan angka 18.
3. Tambahkan hari pertama siklus haid dengan hasil pengurangan sebelumnya.
4. Hasilnya merupakan tanggal awal masa subur.

Setelah menghitung awal masa kesuburan, kamu juga bisa memperkirakan akhirnya dengan menggunakan rentang terpanjang. Kurangi dengan angka 11 dan selebihnya lakukan seperti menghitung masa awal kesuburan.

(Sumber: Sehatq.com)

Beri Komentar