5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Pernahkah Anda mengunyah makanan hanya di satu sisi mulut karena menghindari rasa sakit di sisi yang lain? Jika ya, bisa jadi gigi Sahabat Dream ada yang retak!
Gigi yang retak biasanya terasa sakit saat digunakan untuk menggigit sesuatu. Karena saat menggigit, retakan di gigi terbuka sehingga menimbulkan rasa sakit. Untuk mengatasinya, biasa kamu menghindari mengunyah di bagian gigi retak itu berada.
Ukuran retak gigi yang sangat kecil saja (mikroskopis) berpotensi menimbulkan kerusakan pada bagian dalam gigi. Proses tekanan yang terjadi saat mulut mengunyah akan membuat bagian dalam gigi yang retak, di mana terdapat syaraf dan pembuluh darah, mudah terkena iritasi.
Jangan tunggu sampai retak semakin besar dan merusak gigi ya, Sahabat Dream. Segera konsultasikan kondisi gigi dengan dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Untuk mencegah terjadinya retak pada gigi, stop kebiasaan yang bisa berakibat buruk pada gigi seperti menggeretakkan gigi, mengunyah makanan yang terlalu keras (es batu, kacang, permen keras) dan sejenisnya.
Jangan lupa membersihkan gigi dengan benar sebanyak dua kali sehari, setelah makan dan sebelum tidur menggunakan pasta gigi yang tepat.
Hindari juga pasta gigi yang mengandung detergen seperti sodium lauryl sulfate (SLS). Zat itu memiliki efek negatif yang membuat gigi kesulitan mengembalikan lapisan mineral fluor.
Tanpa adanya lapisan fluor pada permukaan gigi, gigi akan cenderung lebih mudah retak dan berlubang.
Efek negatif lain dari pemakaian pasta gigi yang mengandung detergen yang tak kita sadari adalah mulut menjadi mudah teriritasi yang menyebabkan penyakit sariawan berulang, serta rasa nyeri pada gigi akibat menipisnya lapisan gigi.
Agar kamu tak mengalami pengalaman mengerikan memiliki gigi retak, mulai sekarang rutinlah menggosok gigi. Jangan lupa juga memilih pastu gigi yang tepat.
Kamu yang tak suka dengan rasa pasta gigi yang terlalu menyengat, cobalah memilih Enzim Classic Mild. Selain rasanya yang lembut (mild), pasta gigi ini juga mengandung lima enzim natural aktif yang bisa memperkuat kerja protein alami pada air ludah.

Aminoglucosidase, Glucose Oxidase, dan Lactoperoxidase bermanfaat untuk mengembalikan kualitas air ludah agar dapat mengontrol keseimbangan bakteri dalam rongga mulut.
Sedangkan Lysozyme dan lactoferrin bermanfaat untuk menangkal bakteri pathogen (bakteri yang menyebabkan timbulnya penyakit).
Pasta gigi Enzim Classic Mild efektif untuk mencegah terjadinya gigi berlubang, mengurangi bau mulut, serta mempercepat penyembuhan sariawan. Cocok digunakan untuk semua jenis gigi.
Sahabat Dream, jangan salah pilih pasta gigi untuk kesehatan rongga mulutmu. Gunakan Enzim Classic Mild setelah makan dan sebelum tidur.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?