Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Para Pendiri Hatice Boutiqe
Dream - Sukses dengan bisnis masing-masing tak membuat lima perempuan ini berhenti berkarya. Mereka melebarkan sayap dengan terjun ke bisnis fashion hijab Tanah Air dengan membuka Hatice Boutique yang menyediakan busana up to date dan limited edition.
Kelima perempuan itu adalah Shobibah Rohmah, pengusaha fashion sekaligus istri Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nacrawi; Rustini Muhaimin Iskandar, pebisnis fashion yang juga istri Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB); Tia Lukman Tanjung dan Mirawati Basri, pengusaha IT; dan bos tambang, Maya Miranda Ambarsari.
"Ini misinya adalah socialprenuers jadi keuntungannya bukan yang utama. Kami ingin buka lapangan kerja," kata Maya di Jakarta Selatan, akhir pekan silam.
"Bagian produksi jadi enggak dikerjain sendiri, dikasih ke orang yang sudah berpengalaman. Kami enggak memberi sekadar memberi, tapi dalam bentuk dikasih lebih banyak kerjaan," tambah dia.

Sementara Shobibah menambahkan, mereka membangun usaha ini karena terinspirasi Khadijah, istri yang menjadi tauladan dalam mendampingi Nabi Muhammad dalam berdakwah. Menurut mereka, Khadijah merupakan saudagar sekaligus Muslimah yang menjalankan bisnis sesuai dengan syariat Islam.
"Nama Hatice itu nama lain Khadijah. Sosok inspiring woman sebagai istri Nabi yang juga berhasil menjadi enterprenuer," imbuh Maya.

Hingga saat ini, mereka mengusung konsep dengan memadukan beberapa gaya yang disesuaikan dengan karakter lima pemiliknya. Sehingga dapat menjawab kebutuhan perempuan Indonesia yang membutuhkan pakaian kasual, bohomian, busana syar'i, hingga pakaian para perempuan urban yang dinamis.
"Kami membaca kebutuhan masyarakat Indonesia, jadi sangat terjangkau karena kami tahu kebutuhan masyarakat. Range harga dari mulai Rp100.000 hingga Rp1 juta. Harga enggak gila-gilaan karena target merket menengah ya," Maya menambahkan.

Mereka berharap dapat mengembangkan bisnis ini hingga ke seluruh Indonesia. Sehingga tidak hanya membantu para Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di Jakarta saja, namun juga yang tersebar di seluruh daerah.
Untuk mewujudkan keinginan itu, mereka telah mempersiapkan pemasaran secara online untuk memperkuat komunitas di daerah. Hingga nantinya menembus pasar Asia.
"Hatice visi ke depan itu isinya barang seluruh dunia. Dimana nantinya isinya UKM indonesia jadi bisa seperti Lafayete-nya Indonesia," tutup Mira melengkapi.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari