7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Seorang Ibu Berhijab Sedang Mengendarai Sepeda Motor, Tapi Tak Mengenakan Helm. (Foto: Shutterstock)
Dream – Tak jarang kita menemui hijabers menemui masalah ketika sedang naik sepeda motor. Apalagi jika kamu menggunakan hijab panjang atau baju gamis.
Sudah sering kita mendengar cerita pengendara motor yang bagian baju atau celananya yang terlilit rantai sepeda motor. Kondisi ini tentu bisa berakibat fatal jika kamu berada di jalanan yang penuh lalu lalang kendaraan.
Perlu dicatat, kecelakaan sepeda motor tak hanya berlaku untuk pengendara, penumpang pun juga bisa terkena dampaknya. Makanya, kamu harus waspada.
Meski harus ekstra hati-hati, tidak lantas membuat hijaber takut mengendarai sepeda motor. Asal tahu tips dan trik berkendara yang aman, insya allah perjalanan kamu akan selamat sampai tujuan.
Agar tetap aman naik sepeda motor, lebih baik kamu bisa mengikuti trik ini, dilansir dari Suzuki Indonesia, Selasa 18 September 2018.
Sangat disarankan para hijaber atau wanita yang biasa menggunakan lebar menggunakan sepeda motor matic, bukan bebek. Sebagian besar kasus kecelakaan yang menimpa hijabers disebabkan oleh bagian busana yang tersangkut gir rantai dan menggulung.
Jenis sepeda matic diklaim lebih aman karena punya cover depan yang bisa mengurangi risiko hembusan angin bagian bawah. Sepeda ini juga tak memiliki gir bergerigi atau komponen yang digerakkan rantai yang terbuka.
Ketika mengendarai sepeda motor, kamu cukup mengatur gas dan rem.
Tapi ingat, sebelum mengendarai sepeda motor lebih baik kamu merapikan dahulu bagian busna atau jilbab yang tidak menjuntai. Kamu bisa mendudukinya atau mengaitkan hijab ke bagian lainnya.
Intinya, jangan sampai menjuntai.
Kalau tak punya motor matic, harus bagaimana?
Kalau tak punya sepeda motor matic dan terpaksa menggunakan sepeda motor bebek, ada kiat bagimu agar tetap aman mengendarai sepeda motor bebek. Pertama, pastikan gir dan rantai sepeda motormu berpelindung alias memiliki cover.
Kedua, sering-seringlah melirik spion. Tujuannya tak hanya mengecek kondisi di belakang. Tapi, kamu juga bisa melihat kondisi jilbab. Kalau jilbabnya “ melayang-layang”, lebih baik berhenti dan perbaiki posisi hijabmu.
Ketiga, berkendaralah dalam kecepatan yang rendah. Kalau bisa maksimal 40 km per jam. Dengan kecepatan ini, kamu bisa mengurangi risiko buruk akibat jilbab yang menjuntai.
Keempat, pastikan posisi tangan dan kaki leluasa ketika mengendalikan sepeda motor.
Semoga tips dan trik ini bisa membantumu dalam berkendara secara aman dan nyaman. Selamat mencoba dan jangan lupa memakai helm, ya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?