Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustras
Dream - Tanpa disadari ada beberapa kebiasaan yang sebenarnya mengakibatkan seseorang bisa depresi. Seperti yang dikutip dari Lifespan, seseorang harus cermat dan perlu mengubah kebiasaan buruk agar depresi tidak mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis.
Berikut ini kebiasaan yang dapat menyebabkan depresi :
Malas Bergerak
Olahraga menjadi hal terpenting untuk menjaga kesehatan. Ketika seseorang memilih menjadi pribadi yang malas dan terlalu banyak makan maka akan berdampak pada tingkat depresi.
Efek tersebut dikarenakan adanya peningkatan berat badan. Sebaiknya lakukan minimal 40 menit setiap harinya untuk perkembangan otak dan meredakan depresi.
Diet
Hal ini yang sering terjadi pada wanita. Untuk menghasilkan tubuh idela tidak sedikit dari mereka yang memilih diet.
Namun sayang banyak yang salah menerapkan diet. Dengan diet yang sembarang terkadang menghilangkan makanan kandungan omega 3.
Ketika otak kekurangan asupan omega 3 maka berisiko depresi. Untuk itu mulailah menjaga kesehatan tubuh dan otak agar terhindar dari depresi.
Kebiasaan Tidur Buruk dan Stres
Para ahli medis dan dokter menyarankan untuk tidur tujuh sampai delapan jam. Ketika waktu tidur berkurang maka pikiran menjadi mudah gelisah, paranoid dan depresi. Untuk mencegah depresi cukup dibantu dengan menjaga pola tidur.
Menghindar dari Lingkungan Sosial
Menarik diri dari banyak orang bukan hal positif. Justru ini menghadirkan sebuah tekanan dalam diri.
Dengan menghindari seseorang akan memicu risiko depresi dan itu adalah hal terburuk untuk kondisi fisik dan mental.
Menurut peneliti menjaga hubungan dekat dengan teman dan keluarga dapat membantu meningkatkan kinerja otak dan menurunkan tingkat stres. Mengisolasi diri sendiri berarti berusaha untuk menekan pikiran dan perasaan sehingga merusak kapasitas mental.
Berpikir Negatif
Merenungkan sesuatu dengan tujuan intropeksi diri mungkin bagus, namun bukan berarti terus menyalahkan dan selalu berpikir negatif. Hal itu membuat tingkat depresi semakin tinggi.
Terus menerus memikirkan sebuah ancaman, penolakan, kehilangan dan kegagalan akan membuat diri semakin tertekan. Ini dapat memicu depresi dan kemungkinan akan berakhir menjadi masalah kejiwaan.
Sebaiknya mulailah mencoba menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang terdekat. Mendengar cerita dan lelucon dari mereka dapat membantu pikiran menjadi tenang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya