Minggu, 18 Oktober 2026 Cari

Hindari 'Menularkan' Streotip pada Buah Hati

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 28 Maret 2017 17:10
Hindari 'Menularkan' Streotip pada Buah Hati
Anak bisa melakukan pelabelan negatif tentu karena melihat orang-orang di sekitarnya.

Dream - Stereotip adalah cara yang mudah dan cepat untuk mengkategorikan orang lain. Hal tersebut memicu kita untuk mengasumsikan orang berdasarkan lingkungan pergaulannya ketimbang diri mereka sebagai individu.

Sebagai manusia dewasa, Anda tentu sudah punya pertimbangan matang ketika menyimpulkan kondisi seseorang. Tapi tidak dengan anak-anak. Mereka bisa langsung percaya dan
menerima begitu saja informasi dan stereotip tentang kondisi orang lain dan lingkungannya karena belum punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup.

Anak bisa melakukan pelabelan negatif tentu karena melihat orang-orang di sekitarnya. Bisa karena mencontoh orangtua, teman, membaca buku atau mendapat informasi yang salah. Untuk itu coba terapkan pola asuh yang bijak dengan tidak 'menularkan' sikap streotip pada anak.

" Jika kita sebagai orangtua ingin anak-anak menghargai orang lain sebagai individu, maka bantulah anak dengan memahami bagaimana stereotip ini bisa berkembang. Misalnya jika ia terlanjur percaya kalau hanya anak lelaki yang boleh bermain mobil-mobilan, coba ajak anak bermain mobil bersama. Begitu juga ketika anak lelaki bermain boneka, tak masalah. Selama hal itu dilakukan secara wajar," ujar Allan Wickenson, seorang psikolog.

Penelitian mengungkap, dalam mencegah perkembangan stereotip pada anak-anak bukan seberapa banyak yang kita katakan, tapi pada bagaimana kita mengatakannya. Jangan menyamaratakan pribadi yang satu dengan yang lainnya hanya karena berada pada satu grup sosial yang sama.

Terkadang anak salah mengartikan hal tersebut sebagai satu hal yang sama. Gunakanlah kalimat yang lebih spesifik untuk menerangkan sesuatu. Seperti contohnya " anak laki-laki ini suka bermain layangan," atau " anak perempuan ini suka membaca.

" Dengan tidak menyamaratakan dan menggunakan kalimat yang lebih spesifik, bisa membantu anak melihat dunia tidak dengan cara stereotip," kata Allan.


Laporan Gemma Fitri Purbaya

Sumber: Parents

 

Beri Komentar