Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
Menu Seafood/ Foto: Shutterstock
Dream - Hidangan laut atau seafood selalu bisa membangkitkan selera makan. Seperti cumi-cumi, kerang, kepiting dan juga ikan laut. Rasanya memang gurih dan nikmat, dan kandungan proteinnya juga tinggi.
Bagi ibu hamil yang hobi mengonsumsi seafood, ada beberapa hal yang harus diperhatikan demi kondisi kesehatan ibu dan janin. Dikutip dari KlikDokter.com, seafood—terutama yang berasal dari laut bebas dan jenis seafood yang berada di tingkatan atas rantai makanan—umumnya memiliki kandungan merkuri. Kandungan inilah yang menjadikan seafood berbahaya untuk ibu hamil.
Sebaiknya berhati-hati ketika memilih makanan laut untuk dikonsumsi. Pasalnya beberapa jenis ikan, dapat memiliki kandungan merkuri yang tinggi sehingga harus dihindari.
Pada orang dewasa biasa, kandungan merkuri biasanya tidak menimbulkan masalah yang berarti, kecuali bila dikonsumsi dalam jumlah besar. Tidak demikian bagi ibu hamil.
Makan seafood saat hamil berisiko meningkatkan paparan merkuri. Dengan demikian, risiko terjadinya gangguan perkembangan otak dan fungsi kognitif, serta gangguan sistem saraf pusat pada janin juga ikut meningkat.
© Dream
Walau makan seafood saat hamil dapat meningkatkan risiko paparan merkuri dan toksin lainnya, bukan berarti ibu hamil tak boleh mengonsumsi seafood sama sekali.
Faktanya, biota laut ini dapat memberikan nutrisi yang penting dan menyehatkan janin. Ikan dan makanan laut lainnya umumnya tinggi akan omega-3 serta berbagai mineral seperti zat besi dan zink. Nutrien-nutrien tersebut sangat baik untuk perkembangan janin, khususnya sistem saraf.
Para pakar menyatakan bahwa konsumsi seafood untuk ibu hamil harus dibatasi. Artinya, tetap perlu mengonsumsi seafood dengan porsi tertentu, yaitu sekitar 340 gram per minggu atau sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu.
Jika memang ingin mengonsumsi seafood, sebaiknya hindari yang dimasak dengan dibakar atau dipanggang. Akan lebih baik jika dibuat sup, ditumis atau digoreng yang kondisinya sangat matang.
Selengkapnya baca di sini.
© Dream
Dream - Keluhan sakit pinggang pada ibu hamil cukup sering terjadi. Terutama ketika memasuki trimester tiga kehamilan, ketika janin sudah semakin besar. Bobot bertambahn dan punggung mendapat beban yang lebih dari biasanya.
Tak heran kalau tulang dan otot punggung terasa nyeri. Untuk meredakan nyeri punggung, biasanya ibu hamil diminta untuk banyak melakukan peregangan. Tidur dengan menaruh bantal di punggu serta kaki, atau mandi air hangat.
Biasanya, rasa pegal dan nyeri akan sedikit mereda. Sakit punggung pada ibu hamil sebenarnya tak berbahaya, tapi ada beberapa kondisi jika sakit tersebut disertai keluhan lain, tak boleh dianggap sepele.
" Komunikasikan dengan dokter jika sakit punggung yang muncul sangat menggangu. Harus terbuka dengan dokter, jangan ragu untuk berkonsultasi," kata Mary Rosser, M.D., Ph.D., seorang dokter obstetri dan ginekologi di Montefiore Medical Center New York.
Sakit punggung saat hamil bisa jadi tanda bahaya bila disertai beberapa masalah berikut. Apa saja?
© Dream
Terkadang sakit punggung adalah tanda bahwa sesuatu yang serius sedang terjadi. Di antara penyebab nyeri punggung kehamilan yang paling mengkhawatirkan adalah persalinan prematur.
Dokter Rosser menyarankan untuk memperhatikan rasa sakit yang " baru" dan " siklus" , yang bisa menjadi tanda kontraksi rahim, bersama dengan pendarahan vagina atau perubahan keputihan yang dapat mengindikasikan masalah plasenta atau ketuban pecah dini. Coba istirahat sebentar, jika keluhan terus terjadi segera konsultasi dengan dokter.
© Dream
Demam, bila disertai dengan nyeri di punggung bagian bawah atau di sepanjang sisi punggung antara tulang rusuk dan pinggul, bisa menjadi tanda infeksi ginjal atau kandung kemih yang memerlukan perhatian segera. Termasuk mendapat pengobatan dengan antibiotik.
Dokter Rosser mengingatkan dua infeksi tersebut sangat berbahaya bagi ibu hamil dan harus segera diatasi. Misalnya disertai buang air kecil yang menyakitkan, darah dalam urin, kedinginan, atau demam, ini mungkin merupakan tanda-tanda masalah ginjal atau saluran kemih. Jangan tunda untuk segera periksa ke dokter.
© Dream
Meskipun penyebab mati rasa biasanya bukan kondisi yang lebih mengkhawatirkan, seperti persalinan prematur, itu bisa menandakan kompresi saraf sciatic atau saraf lain yang menghubungkan tulang belakang ke tubuh bagian bawah dan daerah panggul. Nyeri saraf sciatic umum terjadi selama kehamilan.
Ibu hamil mungkin membutuhkan fisioterapi jika memang nyeri tersebut sangat hebat. Terutama bila mengalami mati rasa, kesemutan, atau rasa sakit yang tajam di bokong atau kaki.
Sumber: Parents
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah