Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Depresi pasca melahirkan jadi salah satu masalah yang mengintai ibu setelah persalinan. Perasaan terasing, tak berdaya, stres hingga yang terparah bisa memunculkan keinginan untuk bunuh diri.
Hal ini karena perubahan hormon secara drastis dan juga tak mendapat dukungan penuh dari lingkungan sekitar. Siapa yang paling berisiko mengalaminya? Ternyata para ibu yang melahirkan bayi laki-laki.
Tim peneliti Inggris dari University College London melakukan survei penelitian terhadap 296 ibu hamil. Diketahui, mereka yang melahirkan bayi laki-laki risiko mengalami depresinya lebih besar 71 hingga 79 persen daripada yang melahirkan bayi perempuan.
Komplikasi persalinan juga diketahui meningkatkan risiko depresi pasca melahirkan hingga 174 persen. " Data kami menunjukan secara lengkap riwayat persalinan. Kami bisa melihat perbedaannya," ujar Sarah Myers, Ph.D., salah satu peneliti, dikutip dari Parents.
Para peneliti masih mencoba untuk memahami hubungan potensial antara kehamilan bayi laki-laki dan komplikasi yang dialami ibu. Pasalnya keduanya merupakan pemicu utama depresi.
Mary Jane Minkin, M.D., profesor klinis kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Universitas Yale, sependapat dengan temuan ini. " Komplikasi kelahiran sendiri cukup traumatis, dan saya berpikir siapa saja yang telah melalui trauma yang signifikan akan berada pada risiko depresi yang lebih tinggi," ungkapnya.
Penelitian lanjutan menurut Minkin diperlukan demi meminimalisir pemicu depresi pada ibu setelah melahirkan. Hal ini akan berdampak signifikan bukan hanya kesehatan fisik ibu dan anak tapi juga kesehatan mentalnya serta kestabilan keluarga.
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga


Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula