Ilmuwan Temukan Pemicu Lain Nyeri Perut, Tak Cuma Makanan!

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 19 Februari 2019 13:52
Ilmuwan Temukan Pemicu Lain Nyeri Perut, Tak Cuma Makanan!
Ternyata otak bisa memicu nyeri perut. Yuk kenali gejalanya

Dream - Ketika perut merasa sakit, kita pasti langsung berpikir kondisi itu dipicu karena tak hati-hati memilih asupan. Jika sudah sangat melilit, kita juga langsung berkesimpulan sedang mengalami gejala masuk angin.

Anggapan itu memang ada benarnya. Namun penelitian seorang profesor di Amerika Serikat menemukan pemicu lain dari gejala sakit perut. 

 

Emeran A. Mayer, MD, seorang profesor kedokteran, fisiologi, dan psikiatri di Fakultas Kedokteran David Geffen di UCLA dan penulis The Mind-Gut Connection menyatakan gejala sakit perut juga bisa muncul karena alam pikiran di otak kita. 

Menurut Emeran, pikiran manusia sebetulnya terhubung dengan usus melalui saraf vagus, yaitu saraf cranial terpanjang di setiap tubuh Manusia. Artinya, saraf ini berasal dari otak bukan sumsum tulang belakang.

Saraf ini menjadi saluran dua arah yang terus-menerus berkomunikasi bolak-balik antara otak dan saluran pencernaan kamu.

Faktanya, sebagian besar produksi serotonin dalam tubuh terjadi di saluran pencernaan, Jacqueline Sperling, Ph.D., seorang psikolog klinis dan direktur pelatihan dan penelitian McLean Anxiety Mastery Programme turut menambahkan.

Nah agar kamu mengetahui secara lengkap gejala sakit perut yang bersumber dari dua hal berbeda, fisik dan otak, berikut adalah tanda-tandanya:

 

1 dari 2 halaman

Pemicu Nyeri Perut Karena Fisik

1. Makan Sembarangan

James Marion, M.D., seorang ahli gastroenterologi dan profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai, New York, menjelaskan banyak pemicu sakit perut bersifat situasional. Salah satu adalah penyakit bawaan makanan.

Sesuatu yang tampaknya tidak berbahaya seperti mencoba hidangan baru di sebuah restoran dapat membuat perut kamu merasa tidak enak.

Menurut Mayo Clinic, Penyakit bawaan makanan ini dapat terjadi dalam jangka waktu beberapa jam bahkan hingga berhari-hari setelah memakan sesuatu yang terkontaminasi. Keracunan makaan dapat menyebabkan gejala seperti sakit perut dank ram,mualm muntah, diare, berair atau berdarah, dan demam.

2. Bersendawa atau kentut

Meskipun kita berpikir hanya sendawa atau kentut, ternyata ini adalah gejala umum sakit perut. Gas sering terjadi ketika tubuh kamu berjuang untuk memecah karbohidrat tertentu, yang menyebabkan kelebihan udara di sistem pencernaan.

Ternyata menelan terlalu banyak udara saat sedang mengunyah atau minum banyak minuman berkarbonasi dapat memicu bersendawa, kentut, dan berujung sakit perut. Terkadang gas adalah gejala dari kondisi seperti sindrom iritsi usus besar atau penyakit radang usus.

Tanda-tanda yang dapat kamu ketahui misalnya diare berdarah dan kelelahan yang terus menerus. Jika sakit perut yang dirasa berkelanjutan, sebaiknya konsultasikan ke dokter anda.

3. Perut kembung dan tidak bisa buang air besar atau mengalami kesulitan menjaga makanan.

Dr . Marion mengatakan, gejala ini bisa menjadi tanda-tanda obstruksi usus, yang terjadi ketika penyumbatan membuat makanan atau cairan tidak melewati sistem pencernaan. Selain sakit perut yang tidak teratur, gejala lain yang muncul adalah kehilangan nafsu makan, sembelit, dan muntah, menurut Mayo Clinic.

Jika kamu merasakan tanda-tanda seperti ini, Dr . Marion menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter secepatnya untuk diagnosis dan melakukan perawatan.

4. Menunjuk Bagian Perut yang Sakit

Meskipun masalah perut spesifik tak selamanya berkaitan dengan jenis rasa sakit tertentu, pada beberapa kondisi menunjukan kecenderungan gejala berupa ketidaknyamanan yag mudah diidentifikasi.

Misalnya, usus buntu sering menyebabkan rasa sakit yang dimulai di sekitar pusar kemudian bergerak ke bawah dan ke kanan, menurut Institut Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK). Batu empedu biasanya menyebabkan rasa sakit menusuk di bagian kanan atas perut kamu.

Intinya, jika rasa sakit terlokalisasi pada satu bagian perut, itu bisa mengisyaratkan sesuatu yang terjadi dengan organ tertentu di sana.

5. Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) sebelum makan

Mengkonsumi obat penghilang rasa sakit ini seperti naproxen dan ibuprofen terlalu sering, dan terutama sebelum makan, dapat menyebabkan peradangan pada lapisan perut dan usus yang menyebabkan nyeri perut, kata Dr. Marion.

Pastikan mengikuti petunjuk dosis obat yang anda minum, termasuk makan secukupnya dan minum cukup cairan.

6. Rasa sakit yang parah dan disertai demam, pendarahan dubur, mual, dan muntah.

Ini adalah tanda-tanda infeksi GI yang berpotensi memicu penyakit serius seperti radang usus buntu atau kasus ekstrim gastroenteritis virus (flu perut). Jangan meremehkan sakit perut yang parah, terutama ketika datang dengan tanda-tanda fisik lain bahwa ada sesuatu yang salah.

Jika kamu merasa nyeri perut ekstrem dan gejala GI yang menyertainya, kamu harus mencari perawatan medis.

 

 

2 dari 2 halaman

Tanda-tanda Sakit Perut Karena Otak

1. Cemas

Apakah kram perut menyerang setiap kali kamu akan terbang atau sebelum presentasi pekerjaan besar? Itu bisa menjadi pertanda kamu sangat stres sehingga mempengaruhi usus.

Sperling mengatakan bahwa ada hubungan yang jelas antara otak dan emosi kita dan bagaimana perasaan tubuh kita. Menyadari sakit perut selalu muncul saat-saat ketakutan, stres, atau cemas dapat membantu kamu mengetahui bahwa emosi berada di belakang ketidaknyamanan.

Jika kamu sudah tahu gejala ini, segera bicarakan dengan dokter atau terapis untuk melihat apakah ada perubahan dalam perawatan yang dapat membantu.

Seorang profesional kesehatan mental juga mungkin dapat membantu kamu melakukan metode seperti terapi perilaku kognitif (CBT). Bentuk terapi ini bertujuan untuk membantu orang mengidentifikasi dan mengubah pikiran dan perilaku yang tidak membantu untuk hidup lebih sehat, hidup lebih bahagia. 

2. Rasa sakit datang dengan rasa panik

Seperti halnya kecemasan, serangan panik dapat menyebabkan gejala fisik seperti sakit perut dan masalah GI seperti diare. Mereka juga dapat menyebabkan gejala seperti nyeri dada, jantung berdebar, berkeringat, gemetar, dan merasa seperti Anda akan mati.

serangan panik dapat diobati dengan obat-obatan, terapi seperti CBT, dan mekanisme koping seperti pernapasan dalam, menurut Mayo Clinic.

Terkadang sakit perut bersifat fisik dan mental.

(Sah, Laporan: Ratih Permata Sari/Sumber: self.com)

Beri Komentar