Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Produk halal sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Produk halal bahkan tidak hanya diminati umat Islam, melainkan juga non-Muslim.
Para pemilik usaha kini berlomba-lomba mendapatkan sertifikat halal untuk memasarkan produknya. Melalui sertifikasi itu, para pemilik dapat meyakinkan konsumen akan jaminan halal produk mereka.
Terus, bagaimana cara mendapat sertifikat halal MUI? Menurut Direktur Lembaga Pengkajian dan Pengawasan Obat dan Makanan (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Osmena Gunawan, caranya sangat mudah.
" Pertama, ada niat, kalau pra-sertifikasi halalnya niat mantap dipersiapkan, maka akan mudah, karena dia paham sertifikat itu," kata Osmena di Jakarta Selatan, Rabu 22 Februari 2017.
Osmena menjelaskan, dalam memproses permohonan sertifikasi, MUI akan melakukan audit ke tempat usaha milik pemohon. Audit tersebut dijalankan pada bahan baku, gudang, dan bahan-bahan yang didapat dari rekanan pemohon.
" Mulai dari air minum, dapur, bahan-bahan, tidak hanya yang ada di meja, tapi gudangnya seperti apa, sausnya yang kerja sama dengan lain kita juga periksa dulu," ucap dia.
Osmena menganjurkan pemilik usaha menggunakan bahan yang sudah ada logo halal MUI. Tapi, jika ada bahan baku yang harus diimpor, maka diharuskan memilih bahan bersertifikasi halal dari lembaga yang diakui MUI.
" Sebetulnya cara pandangnya dan cara kerja kalau kita memandang itu (sertifikasi halal) sulit, enggak akan selesai. Kalau dipandang mudah, ya mudah," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya