Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi
Dream - Makanan dan minuman menjadi bisnis yang mampu bertahan selama pandemi Covid-19. Jumlah permintaan akan komoditi ini bahkan mengalami peningkatan.
Tidak heran, banyak orang memutuskan untuk mencoba peruntungan dengan membuka usaha kuliner. Tidak melulu dengan menempati ruko, sebagian bahkan bergerak dari dapur pribadi.
Bertahannya bisnis makanan di masa sekarang ini karena semakin mudahnya akses untuk membeli makanan. Transaksi online mendorong pula peningkatan jumlah pesanan, yang berpengaruh besar pada penjualan produk kuliner.
Peluang ini kemudian ditangkap sejumlah pelaku usaha untuk meluncurkan cloud kitchen atau juga dikenal dengan ghost kitchen. Usaha ini berfokus pada layanan pesan antar.
Salah satu cloud kitchen yang hadir di Jakarta yaitu Telepot Co-Kitchen. Saat ini sudah memiliki 40 brand yang tergabung.
CEO dari Telepot Co-kitchen, Nicholas Hum, mengungkapkan hadirnya cloud kitchen dapat membantu penjualan pada mitra. Sehingga, para pengusaha kuliner dapat terbantu dalam meningkatkan penjualan.
" Kita hadir untuk membantu para pengusaha makanan yang sudah bergabung dengan Telepot Co-Kitchen dapat lebih dikenal oleh konsumen dan mendorong penjualan," kata Nicholas Hum.

Telepot Co-Kitchen hadir untuk memberikan solusi kepada para pebisnis F&B (Food & Beverages). Dengan konsep Cloud Kitchen, pebisnis dapat menghemat harga sewa gerai yang tinggi, peralatan dapur, renovasi, desain interior, dan sumber daya manusia.
" Selain dapur, Telepot Co-Kitchen juga memberikan berbagai fasilitas dan layanan pendukung lainnya seperti studio foto untuk produk makanan dan minuman, dapur estetis yang dapat digunakan untuk konten marketing dan ruangan business centre yang dapat digunakan untuk meeting dengan tim atau klien," ucap Nicholas.
Saat ini Telepot Co-Kitchen telah memperbesar fasilitas menjadi 2 lantai dengan total kapasitas 80 dapur. Lantai 2 Telepot Co-Kitchen sudah mulai dibangun pada November 2021 dan telah beroperasi pada Januari 2022.
Ekspansi ini menjadikan Telepot Co-Kitchen sebagai usaha cloud kitchen terbesar di Indonesia dalam segi jumlah dapur di satu fasilitas.
Brand makanan yang tergabung di dalam Telepot Co-Kitchen sangat bervariasi, mulai dari UMKM hingga brand besar yang baru memulai bisnisnya di industri Food and Beverage (F&B).
Brand besar yang tergabung beberapa terdiri dari Grup Hong Tang, Oppa Corndog, Sushimoo, Bakmi Cwims, Auntie Anne’s, dan Peco-Peco Sushi. Sedangkan untuk UMKM beberapa diantaranya ada Chick N Duck, Dee Foodism, Nasi Goreng Bumbu Cinta, dan Niel’s Kitchen.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya