Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Foto: Shutterstock
Dream - Cobalah sesekali untuk tidak ikut menguap saat orang di dekatmu melakukannya. Mungkin Sahabat Dream cukup sulit menahan agar tidak ikut menguap.
Menurut sebuah studi baru di Inggris, alasan sulit untuk tidak ikut menguap tersebut dipengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab atas fungsi motorik.
Para ilmuwan merujuk dorongan untuk ikut menguap tersebut sebagai 'menguap yang menular' atau istilah mereka 'Echophenomenon'.
Dengan kata lain, menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology, itu adalah sebuah peniruan otomatis terhadap perilaku orang lain.
Jenis lain dari Echophenomenon ini termasuk ‘echolalia’ (meniru kata-kata seseorang) dan ‘echopraxia’ (meniru tindakan seseorang).

Penulis studi senior, Georgina Jackson, mengatakan menguap yang menular sebenarnya bukan hal yang unik bagi manusia.
Profesor neuropsikologi kognitif di University of Nottingham di Inggris itu mengatakan binatang seperti anjing dan simpanse, juga mengalami fenomena itu.
Tetapi alasan mengapa mereka mengalami fenomena menguap yang menular ini, tidak diketahui.
Untuk mempelajari apa yang terjadi di otak ketika seseorang 'meniru' orang lain untuk menguap, para peneliti mengamati 36 orang dewasa.
Mereka diminta untuk menonton klip video orang lain yang sedang menguap. Menggunakan stimulasi magnetik transkranial (TMS), para peneliti mengukur aktivitas otak para peserta selama percobaan.
Setelah itu mereka diminta untuk menahan diri agar tidak menguap atau membiarkan diri menguap sebebasnya.
Kelompok peserta lainnya diminta untuk melakukan hal yang sebaliknya. Tapi kepala mereka diberi alat untuk mensimulasikan motorik korteks yang diduga bertugas mengontrol menguap.
Hasilnya cukup mengejutkan. Para peneliti menemukan bahwa hanya sebagian peserta yang mampu menahan diri agar tidak menguap.
Hanya sedikit yang tak mampu menahan diri untuk menguap secara penuh. Tapi jumlah orang yang tak kuat menahan diri untuk menguap juga meningkat.
Ketika mereka diminta untuk terus menahan diri agar tidak menguap, dorongan untuk menguap malah bertambah kuat.
Dari hasil percobaan ini peneliti menyimpulkan bahwa 'dorongan' untuk menguap meningkat ketika seseorang mencoba menghentikan dirinya dari melakukannya.

Para peneliti juga menemukan bahwa kecenderungan untuk meniru orang menguap dikaitkan dengan tingkat aktivitas otak pada korteks motorik seseorang.
Temuan ini mungkin memiliki implikasi adanya gangguan neurologis tertentu, seperti sindrom Tourette. Sindrom ini menyulitkan seseorang untuk menolak tindakan tertentu.
Sumber: Livescience.com
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya