Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Pandemi Covid-19 masih terus menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Pasalnya, infeksi yang menyerang sistem pernapasan ini sekilas mirip dengan flu biasa.
Flu biasa dan Covid-19 sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan manusia. Akan tetapi, kedua virus ini berasal dari golongan yang berbeda.
Flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Virus penyebab flu biasa berasal dari golongan rhinovirus. Virus ini menyebar dari manusia ke manusia lainnya melalui percikan cairan yang dikeluarkan ke udara oleh penderitanya saat batuk, bersin, atau berbicara.
Infeksi Covid-19 juga menyerang sistem pernapasan. Gejala awal infeksi Covid-19 bervariasi antara satu orang dengan lainnya. Umumnya, gejala Covid-19 dapat muncul empat hingga sepuluh hari setelah terpapar dari orang yang terinfeksi.
Orang yang terinfeksi Covid-19 dapat berasal dari berbagai rentang usia, baik anak-anak, orang dewasa, ibu hamil atau menyusui hingga orang lanjut usia (lansia). Selain itu, orang yang sebelumnya pernah mengalami kondisi medis, seperti asma, diabetes, penyakit jantung, tampaknya lebih rentan untuk dapat terinfeksi.

Secara umum, gejala flu biasa yang ditimbulkan, antara lain:
Berbagai gejala tersebut biasanya muncul satu hingga tiga hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit flu. Orang-orang yang berisiko mengalami flu adalah anak-anak di bawah usia 1 tahun serta mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah.

Secara umum gejala virus covid-19 yang utama, antara lain:
Penderita covid-19 juga bisa mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, pilek, atau diare.
Cara mengobati gejala Covid-19 dan flu biasa tidak dapat disamakan. Pasalnya, meski sama-sama menyebar melalui virus, keduanya memiliki cara pengobatan yang berbeda. Berikut adalah cara mengobati gejala flu biasa dan gejala Covid-19.

Gejala flu biasanya dapat sembuh sendiri dalam waktu 4-7 hari. Maka dari itu, hanya diperlukan banyak istirahat, makan makanan bergizi, dan menjaga cairan tubuh agar tetap seimbang guna mempercepat penyembuhan flu.
Obat pereda nyeri (acetaminophen, paracetamol, dan ibuprofen) dapat digunakan untuk meringankan gejala flu, seperti demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan meresepkan beberapa jenis suplemen untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Bagi orang-orang yang terinfeksi positif Covid-19, ada tiga kemungkinan kondisi kesehatan yang dialami oleh pederita.
Pertama, gejala terinfeksi Covid-19, tetapi penderita dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala apa pun atau dikenal dengan orang tanpa gejala (OTG). Sebaiknya, jangan terburu-buru pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri karena dapat menyebarkan virus ke orang lain. Cukup lakukan isolasi diri di rumah dan menjalani pola hidup bersih sehat, termasuk mencuci tangan.
Kedua, penderita mengalami gejala penyakit ringan. Misalnya, demam, batuk, merasa lemas, tetapi tidak mengalami sesak napas. Dalam kondisi ini, cukup lakukan isolasi diri di rumah dan menjalani pola hidup bersih sehat, termasuk menjalankan protokol kesehatan yang sudah diberlakukan.
Ketiga, penderita mengalami gejala penyakit yang tergolong berat. Misalnya, demam tinggi (suhu tubuh di atas 38 derajat), mengalami sesak napas, dan tidak dapat melakukan aktivitas apa pun. Kondisi ini memerlukan perawatan intensif yang tepat di rumah sakit guna menjaga kondisi pasien dan mengatasi komplikasi yang muncul agar tidak berakibat fatal.

Untuk meminimalkan risiko terkena infeksi ini, dapat dilakukan dengan cara pencegahan sebagai berikut:
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya