AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ilustrasi
Dream - Tubuh yang sehat dan bugar pastinya jadi dambaan semua orang. Tidak dapat dipungkiri, pada usia lanjut, manusia akan mulai kehilangan kepadatan tulang dan kekuatan sendi.
Jika kekuatan tulang dan sendi tidak dirawat, maka menyebabkan sejumlah masalah, antara lain nyeri sendi, sendi berderit, nyeri tulang kering, rematik, osteoporosis, hingga patah tulang di usia lanjut.

“ Patah tulang akibat osteoporosis terjadi pada 1 dari 2 wanita, dan 1 dari 4 pria di atas 50 tahun. Osteoporosis ini pun sering disebut the silence disease yang artinya tidak ada gejala sampai seseorang mengalami patah tulang akibat jatuh/terpleset,” ujar dr. Astuti Pitarini, Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Foot and Ankle pada acara RS Pondok Indah, Kamis 22 Februari 2023.
Pengobatan untuk osteoporosis pun beragam mulai dari olahraga teratur dan konsumsi makanan yang tinggi kalsium.

“ Pengobatan rutin yang dapat dilakukan degan biphosphonate therapy, konsumsi kalsium, vitamin D, sinar matahari yang cukup dan mencegah kejadian jatuh pada lansia,” kata dr. Astuti.
Jika terjadi keseleo kecil pada penderita osteoporosis bisa menyebabkan cedera yang cukup besar. Untuk itu tak boleh dianggap sepele dan jangan diurut.

“ Langsung kompres dingin. Kalau sakit banget langsung beli obat obatan pereda nyeri misal paracetamol misal udah sembuh dan bisa jalan lagi gak perlu ke dokter,” tambah dr. Astuti.
Jika bagian yang keseleo membengkak, langsung bawa ke rumah sakit dan jangan diurut. Mengurut kadang malah membuat cedera makin parah.
“ Misal ternyata patah tulang terus diurut, diberi obat herbal kadang sampai melepuh pas datang ke dokter 2 minggu kemudian, patah tulangnya menjadi lebih parah, ini yang kita takutkan pasien telat datang berobat,” ujar dr. Astuti.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli