6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Tubuh Tidak Fit/ Foto: Shutterstock
Dream - Kesibukan pekerjaan atau aktivitas seringkalli membuat kita mengabaikan sinyal-sinyal dari tubuh. Pada beberapa kondisi, sudha muncul keluhan dan sering kita abaikan dan menganggapnya hanya masalah ringan.
Faktanya, bisa jadi itu tanda kalau tubuh butuh istirahat yang berkualitas atau bahkan perawatan medis yang intensif. Keluhan-keluhan ini kerap kali muncul dan tak boleh diabaikan, terutama jika terus menerus muncul.
Ingat-ingat ya, Sahabat Dream.
1. Mata Selalu Kering
Apabila kamu memiliki gejala kering pada mata dan mulut yang ekstrem bisa menandakan bahwa ada infeksi ataupun peradangan pada kelenjar yang menghasilkan air mata dan air liur. Bila keluhan ini sudah berlangsung lama, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter.
2. Sering Merasa Kedinginan
Mengalami kedinginan setiap hari meskipun suhu normal bisa menjadi tanda bahwa tubuhmu memiliki produksi tiroid yang rendah. Jika kadar hormon tersebut rendah, maka metabolisme melambat dan tubuh sering merasa kedinginan.
Banyak yang menganggap rambut rontok merupakan hal yang normal. Padahal, rambut rontok menjadi pertanda jika tubuh kekurangan zat besi. Sahabat Dream bisa mengonsumsi makanan yang lebih banyak memiliki kandungan zat besi seperti daging merah, kacang-kacangan, dan aprikot.

5. Gigi Terlalu Sensitif
Jika gigi kamu sensitif dengan makanan yang terlalu panas atau dingin, bisa jadi mengindikasikan adanya refluks asam yang merusak lapisan pelindung enamel gigi, lho. Segera periksa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
6. Selalu Haus
Kamu terus merasa haus padahal sudah minum cukup air? Ini bisa pertanda bahwa kamu memiliki gejala diabetes. Rasa haus yang terus muncul terjadi karena glukosa menumpuk di dalam darah, sehingga ginjal terus bekerja dan meningkatkan intensitas buang air kecil dan rasa haus.
Laporan Hany Puspita Sari/ Sumber: Brightside.me
Dream - Ginjal merupakan organ penting tubuh yang berfungsi untuk membuang limbah dari darah dan mengatur kadar cairan dalam tubuh. Berbentuk seperti kacang dengan ukuran 10-12 centimeter, ginjal terdiri dari ua bagian, yaitu kiri dan kanan, dan mengandung sekitar satu juta nefron, yaitu saringan darah yang sangat kecil.
Agar ginjal dapat berfungsi dengan baik dan normal, Sahabat Dream harus memakan sayuran yang mengandung zat-zat untuk kebutuhan organ tubuh ini.
Menghindari lemak dan makanan olahan yang mengandung natrium dan lemak jenuh dalam jumlah berlebihan adalah langkah penting dalam merawat ginjal. Selain itu hindari hal-hal berikut untuk menjaga kesehatan ginjal.
1. Makan terlalu banyak protein
Protein hewani menghasilkan asam dalam jumlah tinggi dalam darah yang dapat menyebabkan asidosis yaitu suatu kondisi di mana ginjal tidak dapat menghilangkan asam yang cukup, menyebabkan efek yang merugikan pada organ.
2. Terlalu Banyak Konsumsi Garam
Diet tinggi garam memiliki banyak sodium, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan pada waktunya mempengaruhi fungsi ginjal.
Terlalu banyak garam memiliki efek jaringan langsung pada ginjal, menyebabkan hipertrofi dan fibrosis. Terlalu banyak garam juga dapat menyebabkan batu ginjal.
(Sumber: HealthShot)
Dream - Kasus gagal ginjal pada anak di Indonesia meningkat drastis pada tiga bulan terakhir. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM) sampai menerjunkan tim untuk menganalisis hal tersebut.
Obat sirup yang tercemar diduga kuat jadi pemicu utamanya. Efeknya, sejumlah perusahaan mendapat teguran, dikenai sanksi dan dilarang untuk memproduksi lagi obat sirup.
Terkait kasus gagal ginjal pada anak yang cukup banyak memakan korban jiwa, tentunya menarik perhatian banyak pihak. Salah satunya Prodia, yang menggelar workshop “ Kenali Gagal Ginjal Akut” pada 8 November 2022 kemarin.

Hadir dr. Henny Adriani, Sp. A(K) dokter konsultan nefrologi anak, yang memberikan penjelasan detail soal gangguan ginjal anak. Terutama soal penyebab utama gangguan ginjal akut. Menurutnya, terdapat 3 penyebab utama gagal ginjal akut pada anak, yaitu pra-renal, renal, dan post-renal.
Pre-renal berarti kondisi yang terjadi sebelum ginjal. Kondisi ini menyebabkan menurunnya jumlah aliran darah ke ginjal.
“ Kalau ada kondisi dimana yang menyebabkan aliran darah ke ginjal turun, misalnya diare, muntah-muntah sampai dehidrasi maka akan mengalami penurunan darah yang mencapai ke ginjal. Sehingga jumlah urine menjadi sedikit,” ungkap dr. Henny di Laboratorium Prodia, Jakarta Pusat, 8 November 2022
Sementara, renal terjadi kerusakan pada organ ginjal itu sendiri. Kondisi rusak pada ginjal ini bisa terjadi karena infeksi berat, peradangan pada ginjal sendiri, atau adanya toxin (racun) dalam tubuh anak. Untuk toxin, ini yang terjadi pada sejumlah kasus gagal ginjal anak setelah mengonsumsi obat sirup yang tercemar.

Penyebab yang ketiga adalah penyebab post-renal, yang terjadi karena adanya obstruksi/sumbatan pada jalur pengeluaran urin. Akibatnya, fungsi ginjalnya menurun. Ia juga mengungkapkan gejala-gejala gangguan ginjal akut yang perlu orangtua waspadai.
Penurunan jumlah urine, merupakan gejala umum yang sering terjadi. Dokter Henny juga mengungkap bahwa anak yang mungkin mengidap gangguan ginjal akut sulit berkomunikasi atau kesadarannya menurun.
“ Biasanya kalau anak mengalami penurunan fungsi ginjal, dia tidak bisa mengeluarkan racun dalam tubuhnya. Maka racun itu akan berputar terus di dalam tubuh, dan bisa mengendap di otak menyebabkan penurunan kesadaran,” ujarnya.
Adapun gejala-gejala lainnya dapat meliputi tanda-tanda berikut.
- Jumlah urine yang semakin sedikit
- Terdapat darah/kemerahan pada urin
- Bengkak, terutama pada kedua kaki
- Diare
- Mual, muntah, penurunan nafsu makan
- Demam, batuk pilek
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
