Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Jangan Parkir Mobil Dekat Hidran Jika Tak Mau Seperti Sedan Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 7 April 2019 08:01
Jangan Parkir Mobil Dekat Hidran Jika Tak Mau Seperti Sedan Ini
Apalagi kalau ada kebakaran di sekitar hidran. Duh.

Dream – Di beberapa ruas trotoar jalan raya kamu pasti pernah melihat sebuah hidran air berwarna merah. Biasanya di tempat itu terdapat larangan agar tak memarkir kendaraan meski sedang kosong. 

Mulai saat ini sebaiknya kamu mematuhi aturan tersebut. Masih nekat melanggar, bersiaplah menerima konsekuensinya. 

Pelajaran inilah yang didapat seorang pemilik sedan di California, Amerika Serikat. Dia masih tetap nekat memarkir kendaraannya di dekat hidran. 

Dikutip dari Motor1, Minggu 7 April 2019, tim pemadam kebakaran terpaksa memecahkan kaca jendela mobil ketika sebuah kebakaran terjadi. Para petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Anaheim, California, Amerika Serikat itu sebetulnya telah mengimbau masyarakat untuk mentaati larangan tersebut. 

“ Pernah penasaran apa yang akan terjadi jika mobil diparkir di depan hidran dan terjadi kebakaran di dekat situ? Apakah lokasi parkir ini senilai dengan kaca yang pecah serta denda tilang dan derek kendaraan ke @AnaheimPD? Warga @City_of_Anaheim, tolong jangan parkir di jalur api,” cuit akun dinas pemadam kebakaran itu di akun Twitternya @AnaheimFire.

1 dari 1 halaman

Mengapa Harus Pecah Kaca?

Cuitan itu ditunjukkan untuk pemilik sebuah Nissan Altima tua yang diparkir di depan hidran kuning. Ketika kebakaran terjadi, petugas pemadam memerlukan air lebih banyak.

Melihat posisi hidran terhalang mobil, petugas memecahkan kaca untuk mempermudah mengakses air dari hidran.

Namun tindakan petugas itu sempat mendapat protes dari netizen. Mereka mempertanyakan prosedur mengalirkan selang yang harus dilakukan dengan memecah kaca mobil.

Dinas Pemadam Kebakaran ini menjelaskan jika tindakan itu terpaksa ditempuh karena posisi selang air harus lurus untuk tetap mendapatkan tekanan air maksimal. Tekanan air ini dibutuhkan untuk memadamkan api.

Kalaupun harus melewati mobil, tekanan air masih bisa berpotensi untuk merusak mobil.

“ Ketika kami memerlukan air untuk memadamkan api, kami akan berusaha untuk mendapatkannya,” cuit dinas pemadam kebakaran itu.(Sah)

Beri Komentar