Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Skoliosis Ilustrasi/ Foto: Shutterstock
Dream - Kondisi skoliosis pada anak-anak seringkali dianggap karena kebiasaan sehari-hari. Biasanya postur duduk yang tidak tegak, jadi kambing hitam. Bagaimana faktanya?
Skoliosis merupakan kondisi di mana terjadi lengkungan lateral pada tulang belakang yang melebihi 10 derajat, sering kali disertai dengan rotasi tulang belakang. Kondisi ini dapat dikategorikan sebagai bawaan, neuromuskuler, atau idiopatik. Sekitar 85% dari kasus skoliosis bersifat idiopatik, yang artinya penyebabnya tidak diketahui secara pasti.
Dalam banyak kasus, skoliosis tidak menimbulkan masalah yang serius. Pada beberapa orang kadang dapat menyebabkan perubahan bentuk tubuh yang terlihat, tekanan emosional, dan masalah pernapasan akibat kelainan bentuk tulang rusuk.
Skoliosis dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Perempuan memiliki kemungkinan 5-10 kali lebih tinggi untuk mengembangkan bentuk skoliosis yang lebih parah yang mungkin memerlukan pengobatan.

" Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan skoliosis, mulai dari kondisi neuromuskular, seperti cerebral palsy atau distrofi otot, lalu cacat lahir yang mempengaruhi perkembangan tulang belakang, riwayat operasi pada dinding dada pada masa bayi dan cedera atau infeksi pada tulang belakang," ujar dr. Widyastuti Srie Utami, Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Tulang Belakang Jakarta Spine Clinic, RS Pondok Indah pada acara Media Discussion RS Pondok Indah Group Deteksi dan Penanganan Skoliosis, Senin 21 Agustus 2023.
Terdapat beberapa tanda yang dapat mengindikasikan adanya skoliosis mulai dari bahu yang tidak sejajar atau pinggang yang tidak sejajar. Tanda ini bisa terlihat pada anak-anak.

" Bisa memeriksa ketinggian punggung anak, apakah ada perbedaan yang mencolok di antara sisi kiri dan kanan. Mengamati jarak antara siku kanan dan kiri saat anak membungkuk, apakah terdapat perbedaan yang signifikan. Mengenali apakah postur saat duduk atau berdiri anak tidak simetris, yang dapat mengindikasikan adanya kelainan," ujar dr. Widyastuti.

Dalam menghadapi skoliosis, terdapat beberapa hal yang dapat membantu meringankan rasa tidak nyaman karena skoliosis. Salah satunya olahraga yang menggunakan kinerja otot.
" Olahraga yang paling bagus untuk skoliosis yang paling banyak mengolah otot contohnya berenang. Kalau tidak bisa, masih banyak olahraga lain otot punggung, yoga, pilates dan bulu tangkis. Yang tidak boleh mengangkat beban," ujar dr. Widyastuti.
Ia menambahkan bahwa skoliosis bukanlah kesalahan anak, dan penting untuk memberikan dukungan dan pemahaman. Konsultasikan kondisi anak pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mendukung anak dalam menjalani hidup dengan lebih nyaman.
Dream - Masih banyak orang yang meremehkan masalah pembengkokan atau melengkungnya bentuk tulang belakang dikenal sebagai skoliosis. Padahal kondisi seperti itu bisa menghilangkan nyawa kamu.
" Skoliosis bisa dipicunya bisa karena faktor genetik, kecelakaan, bawaan lahir, kelainan pembentukan tulang belakang dan habitual. Makanya, disarankan untuk screening skoliosis pada usia 9-14 tahun," ujar Labana Simanihuruk, Brace & Rehab Clinician di Tjikinii Lima, Jakarta Selatan, Selasa 17 Juli 2018.
Pentingnya pemeriksaan atau screening dokter semakin penting karena skoliosis tidak menimbulkan rasa sakit atau tanda signifikan. Apalagi untuk penderita di bawah 17 tahun.
" Di bawah 17 tahun biasanya tidak merasakan apa-apa karena tubuhnya masih kuat dan organnya bekerja optimal. Di bawah 30 tahun pun belum terasa sesak akibat ketindihan tulang. Mulai 40 tahun mungkin terasa," katanya.
Sebelum pergi ke dokter, kamu bisa mengidentifikasi keadaan tulang belakang dengan meminta pertolongan pada teman atau kerabat terlebih dulu.
Berikut tanda-tanda bentuk tubuh yang mengalami skoliosis:
1. Pengecekan Bentuk Badan dari Belakang
- Bahu asimetris atau miring
- Ada tonjolan tulang bahu
- Kurva yang terlihat
- Pinggul atau pinggang miring
2. Pengecekan dengan Membungkuk
- Terdapat punuk di punggung atas atau bawah

Jika ditemukan tanda-tanda skoliosis, segera pergi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut supaya penyakit tersebut tidak semakin parah.
" Setiap tahun, kemiringan tulang akan bertambah 1 derajat. Kalau kemiringannya sudah sampai 60 derajat, sudah harus operasi. Dan harus aktif supaya ototnya kuat menahan bentuk tulang supaya tetap lurus," imbuhnya.
Di bawah 60 derajat, penderita skoliosis masih mampu memakai brace yang tepat untuk bentuk tubuh dan tulangnya. Selain itu, pasien juga perlu perawatan psikologis agar terbiasa bergerak dengan bentuk tulang yang tegak.
" Kalau sudah 20 derajat sampai di bawah 60 derajat, sebaiknya pakai brace setiap hari. Biasanya dipantau selama 2 tahun. Dan harus aktif olahraga. Kalau dipijat, hanya bisa menghilangkan rasa sakitnya sementara" .
Umumnya operasi dilakukan jika derajat skoliosis sekitar 100 derajat. Jika sudah mencapai 140 derajat bisa menyebabkan seseorang meninggal karena paru-paru kecil sebelah, jantung terganggu, bernapas sudah karena rongga paru menyempit sebelah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya