Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bolehkah Memasang Alat Penghemat BBM Di Kendaraan?
Dream – Kamu pemilik kendaraan pasti pernah ditawari zat atau alat khusus yang diklaim bsia menghemat penggunaan bahan bakar. Benarkah klaim yang para penjual itu sampaikan?
Mulai sekarang sebaiknya kamu berpikir ulang sebelum membei alat penghemat bahan bakar tersebut. Alat tersebut memiliki risiko yang bisa membahayakan tak hanya kendaraan tapi keselamatan jiwa kamu.
Alat penghemat bahan bakar dituding bisa membuat mobil terbakar karena korslet di sistem kelistrikan mobil.
Dikutip dari Suzuki, Minggu 18 Agustus 2019, pengendara memang akan aman memasang alat apapun saat mesin atau sistem kelistrikan dalam kondisi mati.
Alat seperti kapasitor ini bisa menyimpan daya dan sangat berisiko ketika terkena panas berlebihan. Terlebih jika pintu kendaraan tertutup bisa saja menyebabkan kebakaran
Terbakarnya penghemat bahan bakar itu sangat mungkin terjadi. Terlebih kalau alat tersebut menuju ke lighter. Hal ini bisa terjadi karena arus listriknya tidak stabil dan akhirnya bisa menimbulkan panas.
Padahal, di sisinya banyak material yang terbuat dari plastik yang sangat berpotensi terbakar.
Kasus mobil yang akhirnya terbakar karena alat penghemat bahan bakar ini bukan isapan jempol belaka. Seorang pemilik mobil pernah melaporkan salah satu bengkel kendaraan di daerah Tebet, Jakarta Selatan ke polisi.
Namun untuk kasus yang satu ini kapasitor dipasang di sekitar area mesin kendaraan. Pemasangan di area mesin memang sangat tidak aman dan sangat tidak dianjurkan.
Namun ingat, kalau pemasangan penghemat bahan bakar di area mesin tidak aman, bukan berarti pemasangan penghemat bahan bakar di dalam kabin kendaraan menjadi aman.
Alat alat jenis ini memang pada bagian dalamnya terdapat kumpulan kapasitor yang on, yang kalau kualitasnya tidak bagus, bisa beresiko meledak.
Nah, hal inilah yang bisa menjadi penyebab kebakaran.
Karena itulah sangat dianjurkan, kamu tidak sembarang memasang alat apapun, termasuk penghemat bahan bakar, di mobil mengingat risikonya yang tinggi. Sebaiknya konsultasikan terlebih dulu ke bengkel resmi.
Dream – Sampai saat ini anggapan lebih baik mengisi bahan bakar minyak (BBM) di siang hari daripada malam hari masih banyak diyakini pemilik kendaraan bermotor. Alasannya, BBM lebih mudah menguap pada siang hari.
Apalagi jika bahan bakar ditempatkan di tangki berbahan logam. Efek pemuaiannya dianggap menjadi lebih cepat.
Pertanyaanya, apakah benar anggapan ini?
Dikutip dari Suzuki, Kamis 15 Agustus 2019, setiap cairan, baik itu air atau BBM, pada prinsipnya bisa terpengaruh dengan kondisi lingkungan sekitar.
Contoh sederhananya, air jika ditaruh di dalam kulkas akan menjadi dingin dan bisa juga akhirnya jadi beku. Jika dijemur di matahari maka akan bisa menjadi hangat dan jika panas terik bisa juga memuai.
Begitu juga bahan bakar kendaraan, seperti bensin. Jika temperatur di lingkungan sekitar turun, maka ia akan ikut turun. Sebaliknya, jika suhu diluar tinggi, BBM akan ikut jadi hangat bahkan dalam keadaan panas terik bisa memuai.
Satu liter bensin waktu suhu dingin dan satu liter bensin waktu suhu panas beratnya tidak akan sama jika ditimbang.
Mana yang lebih berat? Sudah tentu yang bahan bakar yang suhunya lebih dingin.
Namun, apakah perbedaannya jauh atau tidak sebenarnya?
Saat kita mengisi bensin di siang hari sama malam hari, contohnya di Jakarta, suhu siang bisa mencapai 32 derajat Celcius. Saat malam, paling hanya turun sedikit menjadi 30 derajat Celcius.
Nah, perbedaan dua derajat itu sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada perubahan volume bahan bakar.
Jadi bisa disimpulkan, perbedaan berat dalam satuan ukuran isi liter bensin di siang hari dan malam hari, tidak terlalu berpengaruh kalau kamu hanya membeli beberapa liter bensin saja.
Perbedaan ini baru akan terlihat jika membeli bahan bakar dalam jumlah yang sangat banyak.
Dream - Kebiasaan pemilik kendaraan roda empat saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) memang tidak sama. Beberapa ada yang selalu mengisi penuh.
Sebagian lagi memilih tak mengisi penuh tangkinya. Alasannya bermacam-macam. Ingin hemat atau sedang tak punya uang.
Namun, kebiasaan manakah yang sebetulnya lebih aman untuk kendaraan kita? Mengisi penuh tangki BBM atau tak usah terlalu sering?
Dikutip dari Suzuki, Jumat 17 Mei 2019, tangki BBM pada mobil sebaiknya diisi penuh. Alasannya, pengisian full tank bisa menghindari risiko karat tangki BBM. Apalagi kalau mobil jarang digunakan.
Penguapan pada tangki BBM yang tidak penuh atau kosong bisa menyebabkan timbulnya karat pada tangki BBM tersebut.
Untuk mobil yang selalu aktif dan digunakan tiap hari untuk beraktivitas, sejatinya tidak masalah kalau tidak diisi penuh. Namun, alangkah baiknya jika bensin diisi penuh.
Selain risiko BBM dihindari, pemilik mobil juga merasa nyaman karena rasa khawatir bensin habis tak ada. Mereka juga tak perlu sering ke SPBU untuk mengisi bahan bakar.
Mengisi penuh BBM memang disarankan tapi ada aturannya. Jangan sampai meluap ke permukaan.
Tangki BBM memerlukan ruang untuk udara agar BBM bisa mengembang. Kalau ruangan tangki penuh bensin, udara akan keluar melalui lubang hawa.
Hal ini tentu sudah pasti akan membuang BBM dengan percuma. Untuk mencegahnya, minta kepada petugas SPBU sampai nozzel BBM bunyi klik.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya