Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Minyak Mobil. (Foto: Shutterstock)
Dream – Salah satu komponen vital di kendaraan adalah sistem pengereman yang berguna untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan. Kalau diabaikan, kecelakaan yang mengancam jiwa adalah risiko terbesar.
Dikutip dari Auto2000, Jumat 24 Mei 2019, penting bagimu untuk mempertahankan perangkat pengereman. Salah satunya dengan mengganti minyak rem setiap dua tahun atau ketika jarak tempuh kendaraan sekitar 40 ribu kilometer (km).
Kalau ada cairan lain dalam kendaraan, seperti air radiator, gagal berfungsi, kamu dapat diingatkan melalui lampu indikator. Tapi, indikator ini tak ada di minyak rem.
Padahal, minyak rem yang gagal berfungsi bisa membahayakan jiwa pengendara. Kamu juga tidak tahu apakah minyak rem masih bekerja maksimal atau sudah turun performanya.
Tetapi indikator ini tidak ada di minyak rem.
Padahal jika cairan rem gagal berfungsi maka keselamatan jiwa dipertaruhkan lantaran Anda tidak tahu apakah minyak rem masih bisa bekerja maksimal atau sudah turun performanya.
Makanya penting untuk melakukan pemeliharaan sistem rem, terutama minyak rem. Begitu ada kandungan air dalam minyak rem, maka performa pengereman bakal menurun.
Cairan rem akan menyerap kadar air dari udara, sehingga setiap dua tahun harus diganti karena kandungan air dalam minyak rem akan mengurangi titik didih minyak dan mengganggu pengereman.
Untuk itu, minyak rem yang Anda pilih harus punya titik didih yang tinggi. Kalau tidak, minyak rem bisa gagal beroperasi karena timbul buih gelembung akibat suhu tinggi.
Yang tak kalah penting, minyak rem harus punya aditif anti karat. Kandungan ini bisa melindungi sistem pengereman dari serangan karat yang bisa mengakibatkan kebocoran di pipa minyak rem.
Makanya penting untuk melakukan pemeliharaan sistem rem, terutama minyak rem. Begitu ada kandungan air dalam minyak rem, maka performa pengereman bakal menurun.
Cairan rem akan menyerap kadar air dari udara, sehingga setiap dua tahun harus diganti karena kandungan air dalam minyak rem akan mengurangi titik didih minyak dan mengganggu pengereman.
Untuk itu, minyak rem yang kamu pilih harus punya titik didih yang tinggi. Kalau tidak, minyak rem bisa gagal beroperasi karena timbul buih gelembung akibat suhu tinggi.
Yang tidak kalah penting, minyak rem harus punya aditif anti karat, sehingga bisa melindungi sistem pengereman dari serangan karat yang bisa mengakibatkan kebocoran di pipa minyak rem.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya