Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Spion Motor. (Foto: Shutterstock)
Dream – Spion sering kali dianggap komponen sepeda motor yang disepelekan. Kamu tentu sering melihat spion yang dipasang seadanya atau posisinya menghadap ke bawah atau terlalu tinggi.
Apalagi kalau mengikuti ketentuan bentuk spion yang sesuai. Banyak Pengendara sering menggunakan spion dengan bentuk terlalu lebar dan bisa menyenggol kendaraan lain ketika menyalip.
Pengendara motor akhirnya memutuskan mencopot spion motor bawaan pabrik dan menggantinya dengan bentuk yang tak sesuai aturan. Malah, komponen ini sering diletakkan di tempat yang salah, terutama saat melakukan modifikasi.
Padahal jika disadari spion biosa membantu pengendara terhindar dari risiko kecelakaan. Dengan spion ini, pemotor bisa melihat objek di belakang ketika hendak berbelok atau berpindah jalur.
Dikutip dari Otosia, Jumat 19 Juni 2020, kaca spion sudah didesain dengan spesifikasi dan model tertentu untuk setiap tipe. Rata-rata spesifikasi spion punya tinggi tinggi 75-80 mm dan lebar 130-140 mm.Tinggi tangkai dari grip berkisar 10-13 cm.
Selain itu jenis kaca pada spion juga dirancang sedemikian rupa agar objek yang terlihat lebih jelas nampak di spion.
" Tentunya kondisi yang baik pada kaca spion harus ada dari dua sisi, yaitu situasi sebelah kiri dan kanan," ujar Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, Ludhy Kusuma.
Fungsi dari kaca spion pada sepeda motor di antaranya untuk mencegah terjadinya tabrakan saat akan pindah jalur. " Dengan kita melihat spion sebelum berpindah jalur dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan dengan kendaraan lain," kata dia.
Sebaiknya mengatur kembali posisi kaca spion secara ideal sebelum berkendara. Adanya spion dapat berfungsi membantu menambah ruang pandang pengendara untuk melihat kondisi lalu lintas atau jalanan di samping atau belakang pengendara.
" Tentunya penyesuaian spion harus dilakukan setelah pengemudi mendapatkan posisi berkendara yang paling tepat dan baik untuk mengemudi," ujar Ludhy.
Selain itu fungsi dari kaca spion adalah untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas. Bagi yang sering berkendara malam atau melalui daerah yang rawan tindak kejahatan.
Spion dapat menjadi alat pemantau bagian belakang kendaraan yang membuat Anda dapat selalu awas terhadap gerak-gerik mencurigakan.
Perlu diketahui bahwa saat berkendara diharuskan untuk saling menjaga jarak dengan kendaraan lain. Hal tersebut sudah pasti agar tidak terjadi gesekan atau senggolan.
Jika kita sadar harus jaga jarak berkendara maka menggunakan spion standar seharusnya bukan masalah lagi. Spion standar sudah dirancang produsen sepeda motor sedemikian rupa supaya sesuai dengan fungsinya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya