Jepang Bikin Shelter Mini, Tahan Gempa hingga Nuklir

Reporter : Alfi Salima Puteri
Kamis, 10 Maret 2022 18:15
Jepang Bikin Shelter Mini, Tahan Gempa hingga Nuklir
Shelter ini dapat dipasang di apartemen atau rumah berukuran kecil untuk menghindari bencana alam bahkan radiasi nuklir dan serangan rudal.

Dream - Sebuah perusahaan Jepang menjual shelter perlindungan berbahan dasar logam. Shelter ini dapat dipasang di apartemen atau rumah berukuran kecil untuk menghindari bencana alam bahkan radiasi nuklir dan serangan rudal.

Shelter ini mungkin mengingatkan kita pada kisah seorang jutawan yang membangun bunker mewah di bawah tanah agar dapat terhindar dari kerusakan hari kiamat.

Kini salah satu perusahaan Jepang mengklaim bahwa mereka memiliki shelter perlindungan berukuran kecil namun tahan terhadap nuklir.

Dikutip dari Oddity Central, Selasa 8 Maret 2022, WNIshelter dirancang khusus sebagai penampungan kompak yang tahan dalam segala situasi, mulai dari bencana alam seperti gempa bumi dan banjir, hingga serangan rudal dan radiasi.

1 dari 2 halaman

Shelter ini dilengkapi dengan sistem penyaringan udara sendiri dan hadir dalam berbagai ukuran, untuk menampung satu sampai tujuh orang di dalamnya.

Perusahaan pemilik WNIshelter kembali menggaungkan pemasaran produknya, terutama di tengah konflik di Ukraina, yang dikhawatirkan melebar hingga serangan nuklir tak dapat dihindarkan.

Perusahaan mempromosikan shelter logam dalam ruangan ini dengan mengaitkan konflik Ukraina dan kasus rudal zigzag yang dikembangkan oleh Korea Utara.

“ Semua orang yang khawatir tentang invasi Rusia ke Ukraina. Ini adalah apa yang bisa kamu lakukan untuk melindungi dirimu sendiri!,” kata pihak WNIshelter.

2 dari 2 halaman

“ Rudal supersonik terbaru dari Korea Utara dan penerbangan zigzag tidak mungkin dicegat! Bersiaplah untuk keadaan darurat dengan tempat perlindungan nuklir,” ujarnya lagi menambahkan.

Shelter ini dipastikan tahan ledakan, tahan goncangan, dan dapat memberikan insulasi sempurna dari radiasi, serta dari senjata biologi dan kimia.

Jepang mengklaim bahwa produknya dapat mencapai tekanan udara 1,07 atm (atmosfer) dalam 6,5 hingga 17 detik, untuk mencegah masuknya senyawa radioaktif dan kontaminan lainnya.

Selain itu, sistem filtrasi Rainbow 72R yang menyertai disinyalir dapat menahan 99,995 persen berbagai zat berbahaya yang terkandung di udara luar shelter.

Beri Komentar