Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalanari Theatre Movement (Dok. Galeri Indonesia Kaya)
Dream - Teater dan fashion merupakan dua pertujukan yang sangat berbeda. Tapi apa jadinya jika keduanya bergabung menjadi satu?
Inilah yang diangkat oleh kelompok seni Kalanari Theatre Movement. Pulau Morotai, menginspirasi mereka untuk membuat karya seni pertunjukan teater yang unik.
Bertajuk 'Moro: A Fashion Story', kelompok dari Yogyakarta ini menampilkan kolaborasi tari, musik, visual dan fashion dalam satu panggung teater di Galeri Indonesia Kaya, Minggu 1 April 2018.
" Adanya kolaborasi antara seni tari, musik, visual, dan fashion sebagai elemen artistik utama, Kalanari Theatre Movement menampilkan kesegaran dalam panggung seni pertunjukan. Mengajak penikmat seni untuk turut berimajinasi dalam sebuah kolaborasi karya seni,” kata Renitasari Adrian Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Pementasan teater berdurasi kurang lebih 60 menit ini berawal dari perjalanan Kalanari Theatre Movement ke pulau Morotai dan mencatat sebuah filosofi menawan, yaitu Morodina, Morodaku, Morodahu, dan Morodaki.
Filosofi tersebut secara ringkas menceritakan bahwa leluhur suku Moro hidup dan berasal dari laut, langit, hutan, dan permukaan tanah.
Cerita yang ditampilkan dibalut dalam satu narasi yang mengisahkan seorang nenek bernama Tun yang pernah hilang dan kembali. Dipercaya bahwa Tun melakukan perjalanan antara dunia manusia dengan dunia lain yang tak kasat mata. Keempat unsur utama tadi dirangkai sebagai teks yang dibalut dengan tari, musik, dan fashion.
Kalanari Theatre Movement membingkai warna, nuansa, model, serta gaya fashion dalam sebuah pertunjukan teater yang apik. Pada pertunjukan ini, penikmat seni akan dibawa pada pertunjukan yang unik yaitu pergelaran fashion yang bercerita.

Gandez Sholekah pimpinan produksi Kalanari Theatre Movement mengatakan teeater adalah pintu masuk dan keluar untuk mempelajari, mengiterpretasi, mengeksplorasi lalu merepresentasikan kebudayaan suatu masyarakat.
Tak hanya sebagai pencipta pertunjukan teater memiliki visi dan misi yang luhur dalam mengembangkan kebudayaan masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai utama kemanusiaan.
" Hari ini, kami ingin mengajak penonton yang hadir untuk terlibat dalam pertunjukan yang tidak biasa namun tentunya masih dapat dipahami dan menjadi suatu pertunjukan yang menghibur,” kata Gandez Sholekah pimpinan produksi Kalanari Theatre Movement.
Dalam proses pelaksanaannya, kelompok seni ini didampingi oleh para mentor berpengalaman seperti, Garin Nugroho, Iswadi Pratama, Rama Soeprapto, Subarkah Hadisarjana, dan Nano Riantiarno.
Baca Juga: Trik Mix and Match Yura Yunita, Ciamik Buat Kulit Sawo Matang 10 Kesalahan Pria Saat Berpakaian yang Jarang Diperhatikan Gaya Mewah BCL yang Disebut Mirip Lucinta Luna `Hipster Style` Tren Lagi! Ini Item Fashion Wajib Kamu Punya Inspirasi Outfit Kece yang Cocok Dipakai Saat Cuaca Esktrem
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya