[KALEIDOSKOP] Tahun Emas Wisata Halal

Reporter : Puri Yuanita
Kamis, 29 Desember 2016 20:31
[KALEIDOSKOP] Tahun Emas Wisata Halal
Jutaan pelancong datang ke Nusantara. Terpesona keindahan alam tanah pertiwi. Wisata halal ikut menggeliat. Inilah kado manis wisata untuk Indonesia di 2016.

Dream - Ruang besar Balairung Soesilo Soedarman, Rabu, 21 Desember 2016 agak berbeda. Sesak dengan manusia. Deretan bangku yang berjejer rapi di Aula besar di areal Kementerian hampir seluruhnya terisi. 

Nuansa religius begitu kental terasa. Dekorasi aula itu memang sederhana. Tapi panggung dan hiburan yang tersaji sangat islami. Mata tamu sebelumnya disuguhi 13 penari Rapa'i Geleng dari Aceh Selatan. Semuanya penari pria. Mereka energik dalam liukan tabuhan rapa'i, sejenis rebana, yang berirama pelan dan lama-lama mencepat.

Pertunjukan belum berhenti di situ. Giliran sembilan penari naik ke atas panggung. Tubuh mereka terbalut baju adat Sumatera Barat. Meliuk-liuk sembari menabuh gendang di tangan. 

Pelan-pelan panggung yang sedari tadi meredup mulai terang. Lampu-lampu ruangan menyala. Dan layar lebar di tengah panggung tak seterang sebelumnya. Di sebelah kiri panggung, sebuah podium sudah terpasang.

Sesosok pria berbaju batik didaulat maju podium itu. Wajahnya tak asing. Sering menghiasi layar kaca. Dialah Arief Yahya. Menteri Pariwisata yang pernah menjadi bos perusahaan telekomunikasi terbesar Indonesia.

Hari itu memang momen spesial bagi kementeriannya. Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2016 Kementerian Pariwisata. Pagi itu sang menteri memang sedang sumringah. Rona bahagia terpancar dari wajahnya.

Usai menyapa para tamu dan undangan, Arie mulai bercerita tentang nuansa religi yang dihadirkannya. Tak lupa dia berkisah tentang World Halal Tourism Award 2016.

Pengalaman Arief di Dubai diceritakannya. Sangat menarik dan penuh rasa penasaran. " Kita perlu kasih applous buat Malaysia, yang mengantungi 2 penghargaan. Sisanya… 12 awards diborong Indonesia!," ucap Arief.

Sontak ruangan menjadi riuh. Tepuk tangan panjang membahana di Balairung itu.

Ya, sang menteri baru saja bercerita penghargaan besar bagi Indonesia. Tanah Pertiwi menorehkan prestasi bersejarah dalam ajang WHTA 2016.

Arief pantas sumringah. Tengok saja prestasi yang dicetak Indonesia di ajang WHTA 2016. Dari 16 peraih penghargaan, pariwisata Indonesia memborong 12 penghargaan.

Penghargaan itu menjadi kado manis bagi pariwisata Indonesia di tahun 2016.

Namun bukan itu saja prestasi pariwisata Indonesia. Tilik saja ke belakang. Jutaan manusia dari luar negeri berduyun-duyung datang ke Nusantara. Menyambangi hamparan destinasi menarik yang tersebar dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote.

Kini siapa yang tak tahu semboyan Wonderful Indonesia. Tenar di Indonesia dan menggema di belahan dunia lain. Branding pariwisata Indonesia itu sukses melejit ke urutan 47 dunia dari peringkat sebelumnya 144. Terbantu oleh maraknya penggiat media sosial.

Berkat media sosial pula tempat-tempat wisata baru yang ada di pelosok tanah air satu per satu " terkuak" hingga kemudian menjadi ramai dikunjungi traveler dari berbagai penjuru.

Tak salah jika tahun 2016 ini menjadi tahun 'emas' bagi sektor wisata Nusantara. Berikut ulasan lengkap Dream dalam kaleidoskop wisata Indonesia tahun 2016.

 

1 dari 4 halaman

Sukses Gerhana Matahari Total 2016

Dream - Alam memang tengah berpihak pada Indonesia. Di awal 2016, Indonesia patut bersyukur dengan fenomena langka yang muncul di tanah Nusantara. Ya, Indonesia menjadi negara yang menikmati Gerhana Matahari Total (GMT).

Semua terjadi pada 9 Maret 2016. Ada 12 titik di Indonesia yang dilalui GMT. Di tempat itulah ribuan manusia bisa melihat matahari seperti dimakan bulan dengan mata telanjang. Siapa yang tak takjud dengan fenomena ini. Apalagi peristiwa ini cuma terjadi setiap 350 tahun sekali.

Fenomena alam langka itu sukses membawa nama pariwisata Indonesia melejit di kancah dunia.

Kementerian pariwisata (Kemenpar) pun tak mau tinggal diam. Ajang promosi Wisata GMT gencar dilakukan. Beragam festival digelar. Dan perjuangan itu terbayar. 

Wisata GMT 2016 berhasil menyedot mata dunia. Ribuan turis dari berbagai negara membanjiri 12 wilayah Indonesia. Mulai dari Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah hingga Maluku Utara. Semua datang demi menyaksikan terjadinya Gerhana Matahari Total 2016.

Hebatnya lagi, GMT Indonesia turut menarik perhatian ilmuwan NASA. Stasiun luar angkasa internasional itu mengirimkan ahli-ahlinya untuk mengobservasi GMT yang terjadi di Indonesia. Ini tentu saja membuat nama Indonesia kian eksis di kancah global.

2 dari 4 halaman

Lahirnya 10 `Bali` Baru

Dream - Indonesia punya 10 Bali baru. Tagline itu gencar menggema di Tanah Air usai perhelatan GMT 2016. Ya, kemenpar seolah tak pernah berhenti. Mempromosikan sekaligus memanjakan traveler domestik dan dunia.

Kelahiran 10 Bali Baru itu muncul setelah Kemenpar mencanangkan program 10 destinasi wisata prioritas. Sepuluh destinasi itu tersebar di penjuru nusantara. Dipilih untuk menjadi destinari wisata internasional. Menyusul Bali yang sudah lebih dulu mendunia.

Kesepuluh destinasi yang menjadi fokus garapan Kemenpar itu adalah Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.

Pembenahan dilakukan total. Sisi atraksi 10 Bali Baru diperkenalkan. Aksesibilitas dan amenitas disiakan demi menyambut serbuan pelancong.

 

3 dari 4 halaman

Kilau Wisata Halal Nusantara

Dream -  Sukses membidani lahirnya Bali Baru, penduduk Indonesia diperkenalkan lagi dengan terobosan baru. Kemenpar kali ini menetapkan tiga provinsi sebagai tujuan utama wisata halal.

Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah pilihannya. Ketiga daerah itu dipersiapkan sebagai contoh destinasi wisata halal Indonesia, untuk kemudian diikuti oleh wilayah-wilayah lainnya.

Dan pengembangan segmen wisata halal pun tak hanya terhenti di situ. Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) membuat sebuah program lain untuk memacu pariwisata halal.

Yakni penyelenggaraan Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016. Kompetisi ini merupakan ajang apresiasi terhadap destinasi dan para pelaku industri wisata halal di tanah air.

Dari KPHN 2016 ini akhirnya terpilih lah para pemenang yang terbagi ke dalam 15 kategori. Mereka adalah Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh, Aceh) untuk kategori Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, The Rhadana (Kuta, Bali) untuk kategori Hotel Keluarga Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Novotel Lombok Resort & Villas (Lombok Tengah, NTB) untuk kategori Resort Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Ero Tour (Sumatera Barat) untuk kategori Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik, Wonderful Lombok Sumbawa (www.wonderfullomboksumbawa.com - NTB) untuk kategori Website Travel Ramah Wisatawan Muslim Terbaik.

Ada juga kategori Destinasi Bulan Madu Ramah Wisatawan Muslim Terbaik yang disabet Kawasan Lembah Sembalun (Lombok Timur, NTB),  ESQ Tours Travel (Jakarta Selatan) untuk kategori Operator Haji & Umroh Terbaik, Sumatera Barat untuk kategori Destinasi Wisata Halal Terbaik, Sumatera Barat untuk kategori Destinasi Kuliner Terbaik, Aceh untuk kategori Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik.

Untuk kuliner, Kantin Salman ITB Bandung (Bandung, Jawa Barat) tepilih menjadi Sentra Kuliner Halal Terbaik, Botani Square (Bogor, Jawa Barat) untuk kategori Pusat Belanja Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Rumah Makan Lamun Ombak (Padang, Sumatera Barat) untuk kategori Restoran Halal Terbaik, Masjid Raya Baiturrahman (Banda Aceh, Aceh) untuk kategori Daya Tarik Wisata Terbaik, dan Ayam Taliwang Moerad (NTB) untuk kategori Kuliner Halal Khas Daerah Terbaik.

Dan mereka yang terpilih dalam ajang ini mewakili Indonesia dalam ajang pariwisata internasional, World Halal Tourism Awards (WHTA) 2016 yang sudah berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Desember ini.

 

4 dari 4 halaman

12 Penghargaan World Halal Tourism Award

Dream - Di penghujung 2016, kado emas menyambangi Indonesia. Jerih payah mempopulerkan wisata Nusantara seolah terbayar.

World Halal Tourism Awards (WHTA) 2016 menobatkan Indonesia sebagai penerima terbanyak penghargaan. Tak main-main jumlahnya. Dari 16 kategori yang dilombakan, Indonesia memborong 12 penghargaan. Siapa tak bangga. 

Dan WHTA bukan ajang sembarang. Ini adalah even bergengsi di kalangan pelaku industri wisata halal dunia. Berbagai negara berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik di ajang ini. Termasuk Indonesia.

Bersaing dengan nama-nama besar di industri wisata halal dunia seperti Malaysia, Turki atau Dubai, tak membuat Indonesia kehilangan nyali.

Sebelum hari penentuan, kampanye memang gencar dilakukan Kemenpar selama proses penyeleksian dari 24 Oktober sampai 24 November 2016. Tak sia-sia, pada 7 Desember 2016 Indonesia berhasil memboyong 12 penghargaan itu.

Indonesia hanya menyisakan 4 kategori saja. Dimana, Indonesia memang tidak mengikuti 4 kategori tersebut.

Menariknya lagi, dengan kemenangan ini berarti sudah dua tahun berturut-turut Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia dan Turki (WHTA 2015 dan 2016) yang notabene merupakan legenda wisata halal dunia.

Ke-12 wakil Indonesia yang memenangkan penghargaan WHTA 2016 itu adalah:
1. Garuda Indonesia (World’s Best Airline for Halal Travellers Winner),
2. Sultan Iskandar Muda International Airport, Aceh (World’s Best Airport for Halal Travellers Winner),
3. The Rhadana Kuta Bali (World’s Best Family Friendly Hotel Winner Winner),
4. The Trans Luxury Hotel Bandung (World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel Winner),
5. Novotel Lombok Resort & Villas (World’s Best Halal Beach Resort Winner), 
6. ERO Tour, West Sumatera (World’s Best Halal Tour Operator Winner),
7. Website www.wonderfullomboksumbawa.com (World’s Best Halal Travel Website Winner),
8. Sembalun Valley Region, Nusa Tenggara Barat (World’s Best Halal Honeymoon Destination Winner),
9. ESQ Tours and Travel (World’s Best Hajj & Umrah Operator Winner),
10. Sumatera Barat (World’s Best Halal Destination Winner),
11. Sumatera Barat (World’s Best Halal Culinary Destination Winner), dan
12. Aceh (World’s Best Halal Cultural Destination Winner).

Kemenangan ini tentu saja membawa dampak yang cukup besar untuk industri pariwisata domestik. Sekaligus menjadi kado manis di penghujung tahun yang bakal mendongkrak rasa percaya diri masyarakat lokal, kepercayaan wisatawan asing dan semakin mendekatkan pariwisata Indonesia ke standar global.

Melihat pencapaian ini, tentu saja bukan mustahil target kunjungan 12 juta wisman yang diproyeksikan Kemenpar hingga akhir Desember 2016 nanti akan terlampaui.

(Laporan: Puri Yuanita)

Beri Komentar