5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Detoks Media Sosial (Foto: Shutterstock)
Dream - Masyarakat modern seolah hidup di dunia maya dan terlena dengan media sosial. Banyak orang berupaya menunjukkan eksistensi mereka lewat setiap unggahan.
Tak dapat dipungkiri bahwa media sosial sangat erat kaitannya dengan aktivitas sehari-hari. Namun hal tersebut bisa berbahaya ketika sudah menjadi candu.
Keranjingan media sosial pada awalnya tidak dapat dirasakan. Akan tetapi hal itu dapat memicu gangguan mental.
" Berdasarkan riset yang ditemukan, orang yang memakai lebih dari 7 media sosial berisiko mengalami anxiety dan depresi tiga kali lipat lebih besar," ungkap Glenn Ranti, Head of Marketing Communications PermataBank di konferensi pers Wealth Wisdom, Jakarta, Selasa 13 Agustus 2019.
Satu-satunya cara untuk menyembuhkan diri akibat pengaruh dunia maya adalah dengan melakukan detoks media sosial.
Tren detoks media sosial kini banyak dilakukan oleh banyak publik figur. Namun sebenarnya, detoks harus dilakukan pada waktu yang tepat.
" Secara psikologis, media sosial dan internet memberi manfaat tapi juga membuat manusia jadi serba kebingungan. Di tengah kebingungan, respon yang sering diambil manusia adalah apatis dan agresi yang tidak sehat," papar Adjie Santosoputro, Emotional Healing & Mindfulness Expert Co-Founder Jeda Wellnest.

Sifat apatis membuat kita merasa tidak peduli dan kerap melarikan diri dari masalah. Sementara itu, agresi membuat kita jadi lebih sulit menahan amarah.
Hentikan pemakaian media sosial ketika sudah merasa sensitif, emosi tidak stabil, tidak bahagia dan sulit tidur nyenyak.
" Kecanduan itu muncul ketika kita merasa tidak lengkap dan belum puas tanpa melakukan hal tersebut. Kalau keseringan nanti bisa kurang tidur, sensi dan baperan," ujarnya.

Rehat dari dunia maya untuk sementara bisa membuat tubuh dan pikiran jadi lebih tenang. Sahabat Dream dapat menutup akun untuk sementara atau menghapus platform media sosial jika perlu. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?